Lebak-Banten, Selidikinews.com – Entah apa yang merasuki hati dan pikiran seorang suami yang tega menggorok leher istrinya sendiri hingga menemui ajal, disaat semua warga melantunkan Kalimat Toyyibah menyambut Hari Raya Iedul Adha 1444 H.
RS (28) binti AS, seorang ibu rumah tangga menjadi korban pembunuhan suaminya sendiri, DH alias Oy (31), dengan cara menggorok lehernya menggunakan sebilah pisau belati lipat. Di tubuh korban terdapat luka di bagian leher, tangan, dada, dan rahang
Peristiwa itu terjadi di rumah kediaman suami istri tersebut di Desa Cibeber, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, pada Kamis (29/06/2023) sekira pukul 00.30 WIB dini hari.
Setelah melakukan aksinya DH berusaha melarikan diri. Namun kemudian pelaku dapat ditemukan kembali di rumahnya dalam keadaan luka tersayat di tenggorokan. Disinyalir luka tersebut akibat pelaku habis melakukan upaya percobaan bunuh diri dengan pisau yang sama. Dugaan tersebut didasari dengan bukti ditemukannya sebilah pisau belati lipat di semak belukar.
Menurut keterangan AS, orang tua RS sekaligus pelapor yang tempat tinggalnya serumah dengan korban dan pelaku menyebutkan, bermula saat ia mendengar suara berisik seperti kucing bertengkar di belakang rumah, kemudian memeriksanya. Namun, tiba-tiba RS keluar dari kamar sambil jalan dan nangis dalam kondisi badan korban penuh darah lalu merangkul ke pelapor.
Pada saat itu pelapor melihat suami korban melarikan diri dari rumah, Melihat hal tersebut pelapor panik dan memberikan korban kepada istrinya, Er, untuk merangkul korban. Kemudian pelapor keluar dari rumah meminta pertolongan kepada warga bersama pihak kepolisian untuk menangkap pelaku di sekitar kampung namun belum ditemukan.
Sekira jam 04.00 WIB pelaku ditemukan warga tergeletak di teras belakang rumah korban dengan kondisi luka di leher sehingga dibawa ke Puskesmas Cibeber untuk dilakukan pertolongan medis.
Selanjutnya oleh petugas pelaku dirujuk ke Rumah Sakit Adjidarmo Rangkasbitung, untuk dilakukan perawatan, sedangkan korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Serang untuk dilakukan otopsi.
Untuk diketahui, hasil dari perkawinan pelaku dengan korban mempunyai 2 orang buah hati yang masih anak-anak (ArBan_red)























