SelidikiNews.com, Jakarta – Kembang api adalah salah satu kegiatan yang menjadi penanda perayaan di seluruh dunia.
Seperti perayaan malam pergantian tahun atau Tahun Baru yang sebentar lagi akan dirayakan penduduk Bumi.
Sejarah perkembangan kembang api pun kini semakin pesat, tak hanya sekadar letupan sederhana, tetapi juga bisa membuat bentuk, warna, hingga suara yang tentu saja menambah semarak suasana. Namun sebelum dikenal dan digunakan seperti sekarang ini, kembang api memiliki sejarah yang panjang.
Sebagian besar sejarawan berpendapat bahwa sejarah kembang api ditemukan di China, meski beberapa orang juga berpendapat bahwa asal mula kembang api diyakini berasal dari Timur Tengah atau India.
Mengutip dari Live Science, Rabu (28/12/2022), pada sekitar tahun 800 M, alkemis dari China mencampur senyawa belerang, arang dan menciptakan bubuk mesiu mentah.
Akan tetapi, apa yang dilakukan itu bukan tujuan mereka. Para alkemis ini sebenarnya sedang mencari cara untuk kehidupan abadi, tetapi apa yang mereka ciptakan tetap mengubah dunia.
Begitu mereka menyadari apa yang dibuat itu, orang China pun percaya bahwa ledakan, yang kemudian menjadi cikal bakal kembang api tersebut, akan menjauhkan roh jahat.
Baca juga: Berikan Rasa Nyaman, Anggota Polsek Pangkalan Kerinci Patroli di Gereja
Sejarah Pembuatan Kembang Api
Berikut adalah sejarah pembuatabn kembang api yang jadi penanda perayaan di seluruh dunia:
Sejarah kembang api bermula dari China kuno, di mana kembang api pertama kali digunakan sebagai simbol keberuntungan dan kemenangan.
Saat itu, untuk membuat beberapa kembang api pertama, mereka akan mengemas bubuk mesiu baru ke dalam bambu dan melemparkannya ke dalam api yang kemudian menciptakan ledakan keras.
Setelah itu, kembang api berevolusi. Tabung kertas menggantikan bambu dan alih-alih membuang tabung ke dalam api, orang menambahkan kertas tisu yang digunakan untuk menyalakan kembang api.
Pada abad ke-10 orang China juga telah mengetahui bahwa mereka dapat membuat bom dengan bubuk mesiu, jadi mereka menempelkan kembang api itu ke panah yang ditembakkan ke musuh.
Dalam 200 tahun berikutnya, kembang api dikembangkan menjadi roket yang bisa ditembakkan ke musuh tanpa bantuan anak panah.
Teknologi ini masih digunakan sampai sekarang dalam pertunjukan atau pesta kembang api.
Pada zaman dinasti Han, kembang api digunakan untuk menandai perayaan tahun baru dan peringatan hari-hari besar lainnya.
Kembang api juga digunakan untuk menandai kemenangan dalam perang dan perayaan keagamaan.
Kembang api kemudian menyebar ke negara-negara lain di Asia, termasuk Jepang, Korea, dan Vietnam.
Di Jepang, kembang api digunakan untuk merayakan pernikahan dan perayaan lainnya. Di Korea, kembang api digunakan untuk menandai peringatan kematian dan perayaan keagamaan.
Kembang api juga menyebar ke negara-negara Eropa melalui perdagangan dengan China.
Pada abad ke-17, kembang api mulai digunakan untuk merayakan peristiwa-peristiwa besar di Eropa, seperti perayaan Natal dan Tahun Baru. Kembang api juga digunakan untuk menandai kemenangan dalam perang dan perayaan keagamaan.
Hari ini, kembang api masih menjadi bagian penting dari perayaan di seluruh dunia.
Baca juga: Berapa Lama Manusia Bisa Tahan Napas di Dalam Air?
Penggunaan Kembang Api
Kembang api sering digunakan untuk merayakan peristiwa-peristiwa besar, seperti perayaan Tahun Baru, perayaan kemenangan dalam perang, dan perayaan keagamaan.
Kembang api juga sering digunakan sebagai simbol keberuntungan dan kemenangan di acara-acara olahraga, pertunjukan musik, dan acara-acara lainnya.
Dalam beberapa negara, kembang api juga merupakan bagian dari tradisi budaya yang kuat.
Di Indonesia, misalnya, kembang api sering digunakan sebagai bagian dari perayaan hari kemerdekaan dan perayaan lainnya. Di Cina, kembang api juga merupakan bagian dari perayaan Tahun Baru Imlek yang merayakan tahun baru menurut kalender lunar.
Kembang api merupakan simbol yang kuat dan menyenangkan yang telah menjadi bagian dari perayaan di seluruh dunia selama ribuan tahun. Meskipun kembang api telah mengalami perubahan.
Selain digunakan sebagai penanda perayaan, kembang api juga memiliki berbagai fungsi lain yang telah diakui selama ribuan tahun.
Pada awalnya, kembang api digunakan oleh manusia prasejarah sebagai sumber cahaya dan panas. Kemudian, kembang api juga digunakan sebagai alat komunikasi yang bisa dilihat dari jarak jauh. Selain itu, kembang api juga digunakan sebagai alat penakut untuk mengelabui musuh atau untuk mengusir binatang yang merusak pertanian.
Kembang api kemudian mengalami perkembangan yang signifikan dari segi teknologi dan penggunaannya.
Pada abad ke-9, Cina kuno mengembangkan senjata api yang disebut “thousand ball thunder cannon” yang terbuat dari bambu dan dipenuhi dengan kembang api. Senjata ini digunakan untuk menyerang musuh di medan perang.
Di abad ke-13, kembang api mulai digunakan sebagai hiburan di acara-acara publik seperti pertunjukan teater dan pertunjukan kembang api. Kemudian, pada abad ke-17, kembang api mulai digunakan dalam perayaan-perayaan besar di Eropa, seperti perayaan Natal dan Tahun Baru.
Sejarah penyebaran kembang api ke seluruh dunia
Jauh sebelum akhirnya kembang api sering menjadi penyemarak Tahun Baru di malam pergantian tahun, pada tahun 1295, Marco Polo membawa kembang api dari Asia ke Eropa yang digunakan selama perayaan dan juga menghibur orang banyak.
Di Inggris, para penguasa menggunakan pertunjukan kembang api untuk menghibur pengikutnya. Namun, sejarah pertunjukan kembang api kerajaan pertama diperkirakan terjadi pada hari pernikahan Henry VII pada tahun 1486.
Czar Peter yang agung dari Rusia pun juga tak mau kalah dengan mengadakan pertunjukkan kembang api selama lima jam untuk menandai kelahiran putranya.
Selama Renaisans, sekolah piroteknis bermunculan di Eropa. Sekolah itu mengajari cara membuat ledakan yang rumit.
Di Italia, kembang api sangat populer dan pada tahun 1830-an, orang-orang di negara itu memasukkan sejumlah kecil logam dan bahan lain untuk meningkatkan kecerahan dan membuat bentuk yang kreatif, termasuk mengembangkan lebih banyak warna.
Baca juga: Sejarah Piramida Mesir, Siapa yang Membangunnya?
Saat itu, semua kembang api berwarna oranye. Orang Italia menciptakan campuran dengan berbagi bahan kimia. Mereka menggunakan strontium untuk warna merah, barium untuk warna hijau, tembaga untuk warna biru, dan sodium untuk warna kuning.
Sejarah kembang api di Amerika, diyakini dibawa oleh Kapten John Smith. Ia disebut-sebut yang memulai pertunjukkan kembang api pertama di Jamestown, Virginia, pada tahun 1608.
Kembang api juga digunakan pada tanggal 4 Juli 1777 yang kemudian menjadi cikal bakal tradisi perayaan Empat Juli dengan penggunaan kembang api.
Beberapa negara sendiri memiliki aturan yang berbeda-beda mengenai pemakaian kembang api. Sementara itu, China kini memproduksi dan mengekspor lebih banyak kembang api dibandingkan negara lain di dunia.
Kini, kembang api Tahun Baru menjadi atraksi yang selalu dinanti yang menandai puncak malam pergantian tahun di seluruh dunia.
Semoga bermanfaat!























