Selidikinews.com, Klaten -Maraknya penggunaan obat terlarang sudah tidak lagi menjadi rahasia umum.
Seperti apa seharusnya peran masyarakat dan pemerintah daerah dikupas tuntas oleh Pakar Tim Penggerak Anti Narkoba BNN Anton Sanjaya, Kamis, malam 29 Mei 2025 di kediamannya Klaten kota.
25 tahun berkiprah dalam menekan laju pertumbuhan semakin bertambahnya penggunaan obat terlarang dikalangan masyarakat, khususnya para remaja dan sekolah upaya untuk mengedukasi terus di jalankan Anton Sanjaya.
Anton mengatakan rasa keprihatinannya terhadap generasi penerus bangsa yang seharusnya jauh lebih cerdas dan kreatif agar bisa memimpin bangsa namun kenyataannya harus pupus oleh prilaku dan lingkungan yang tidak sehat.
Darurat obat terlarang
Jawa Tengah di tahun 2024 – 2025 menurut data urutan ke-5 dalam kasus penggunaan obat terlarang.
Bisa jadi klaten menjadi peringkat ke -3 karena berada di lokasi yang rawan diapit oleh 2 kota besar Solo dan Jogja.
Hal ini lah yang menjadi pemicu terus di galakan program sosialisasi dan edukasi serta penyuluhan untuk menekan terus berkembangnya peredaran obat terlarang ucap Anton Sanjaya.
” Untuk saat ini memang kita belum bisa menghentikannya namun hanya bisa dicegah dengan kerjasama peran pemerintah dan masyarakat,” tuturnya.
Keluarga Jadi Garda Terdepan.
Ujung tombak dari prilaku kenakalan remaja dan anak-anak adalah keluarga.
Anton mengatakan perhatian dan komunikasi yang terjalin dalam hubungan keluarga terutama antara anak dan orang tua adalah kunci dari perilaku terjerumusnya anak-anak di lingkungannya.
Serta kerja sama di lingkungan masyarakat sendiri dalam hal pengawasan.
Peran Pemerintah dan Sekolah.
Peran pemerintah dalam hal inipun di katakan oleh Anton sangat penting.
Sejauh mana perhatian khusus dan tindakan yang dilakukan.
Hal ini secara terpisah di katakan oleh pimpinan komisi 4 DPRD Kabupaten Klaten sebagai Ketua H.Sutarna S.H di kediamannya mengatakan dirinya sudah membahas masalah tersebut ke pihak Polres Klaten untuk ada pendamping di tiap-tiap sekolah dan ada edukasi terkait kenakalan remaja dan obat terlarang ‘dan inipun harus di bicarakan ke dinas pendidikan juga,” ucapnya.
Peran sekolah dijaman sekarang ini dikatakan tidak hanya dalam hal belajar mengajar namun banyak aspek yang saat ini harus di soroti dan di jalankan.
Bagaimana mengimbangi prilaku anak anak dari kemajuan teknologi dan edukasinya.
Di harapkan dengan bekerja sama para mahasiswa, kepala desa yang turut mendukung untuk edukasi tentang bahaya Narkoba demi generasi penerus tentunya juga merupakan bentuk kepedulian.
Jangan sampai putus asa karena saat ini sudah banyak jatuh korban anak yang harus berhadapan dengan hukum dan dengan kejiwaannya.
Frustasinya orang tua saat tau anaknya terlibat juga menjadi sorotan,siapa yang harus di salahkan.
Penyuluhan yang melibatkan masyarakat inilah yang di harapkan dari awal.
” Selamatkan diri sendiri, selamatkan keluarga dan selamatkan lingkungan,”menjadi kalimat terakhir Anton Sanjaya tiap kali penutupan penyuluhan dengan harapan ada kesadaran dari individunya.
(Red/Cakra Langit)























