Selidikinews.com, Banda Aceh, 31 Mei 2025 – Suasana tegang namun penuh semangat menyelimuti Pengadilan Negeri Banda Aceh pagi ini.
Sebanyak sebelas delegasi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala secara resmi memulai Internal Moot Court Competition (IMCC) 2025 yang diselenggarakan oleh Komunitas Peradilan Semu (KPS FH USK).
Kompetisi simulasi peradilan ini menjadi wadah uji kemampuan akademik dan praktik mahasiswa hukum dalam menyelesaikan perkara pidana secara profesional.
Tahun ini, IMCC mengangkat tema besar “Investasi Jangka Panjang dalam Menciptakan Masyarakat yang Lebih Sadar Hukum dan Berintegritas dalam Pencegahan Tindak Pidana Korupsi.”
Tema ini diangkat berdasarkan urgensi pemberantasan korupsi yang tidak hanya berdampak pada kerugian negara, tetapi juga pada kepercayaan publik terhadap institusi pelayanan masyarakat.
Keistimewaan IMCC 2025 tidak hanya terletak pada skenario kasus yang kompleks dan aktual, tetapi juga dari sisi dewan juri yang dihadirkan.
Para juri berasal langsung dari kalangan praktisi hukum, yaitu Hakim, Jaksa, dan Advokat yang telah berpengalaman di ruang sidang nyata.
Kehadiran mereka menjadikan setiap simulasi sidang terasa lebih nyata dan penuh tekanan profesional.
Dalam wawancara singkat, Zakiul ‘Imar selaku Ketua Departemen Moot Court KPS FH USK 2025, menyampaikan pandangannya:
“Hari ini adalah hari pertama perlombaan IMCC Ke-X, seluruh delegasi yang tampil sangatlah merata.
Setiap delegasi memberikan persaingan yang sengit. Sangat jelas para delegasi yang tampil hari ini telah mempersiapkan diri dengan matang.
Sudah lebih dari 90 hari mereka latihan untuk menunjukkan kemampuan mereka di ruang persidangan.
Atmosfer sangat berbeda, apalagi ditambah dengan isu kasus korupsi yang sedang menjadi sorotan,” ungkapnya.
Simulasi hari pertama memperlihatkan performa yang impresif dari para peserta. Mereka tampil sebagai Hakim, JaksaP Penuntut Umum, Penasihat Hukum, Terdakwa, Saksi, hingga Ahli dengan argumen yang tajam dan penguasaan hukum acara yang solid.
Tim saling menunjukkan kualitas terbaiknya dalam atmosfer persidangan yang formal dan menuntut presisi.
Kompetisi akan berlanjut pada hari kedua, Minggu, 1 Juni 2025, dan akan ditutup pada malam puncak “Internal Night” tanggal 3 Juni 2025, yang akan menjadi momen penobatan tim dan peran terbaik.
Dengan berlangsungnya IMCC 2025 di ruang sidang resmi Pengadilan Negeri Banda Aceh, panitia berharap kompetisi ini menjadi pengalaman tak terlupakan bagi seluruh peserta, sekaligus menjadi langkah awal untuk membentuk penegak hukum masa depan yang unggul, berintegritas, dan tangguh menghadapi tantangan dunia hukum yang dinamis.
(Red/Cakra Langit)























