Oleh : Syarah Malika Sukma
(Mahasiswa PAI STAI PTDI)
Hallo Sobat Ilmu Dakwah, mengutip dari Jurnal Ke Muhamadiyahan dan integrasi Ilmu karya Aziz Iskandar dan Mulkan Habib menjelaskan tentang gaya komunikasi dakwah habib Jafar yang unik bahkan diklaim GEN Z BANGET oleh masyarakat Indonesia. Ya, sosok Habib Jafar dikenal sebagai pemuka agama yang selalu mencuri perhatian lantaran gaya berdakwahnya yang terbilang unik dan kekinian. Tak cuman menarik perhatian para mak-mak, pesona Habib Ja’far belakangan juga digemari oleh para pemuda yang kagum dengan figur seorang Habib Ja’far. Penasaran bagaimana cara beliau berdakwah? Dan bagaimana tipsnya? Yuk kita pelajari bersama-sama!
Gaya Komunikasi Verbal Penggunaan bahasa yang sederhana
Habib Jafar menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat sehingga dapat dipahami oleh berbagai kalangan. (Yenti Afnidar & Mulyana, 2022), la menghindari penggunaan bahasa yang rumit atau terlalu teknis agar semua orang dapat memahami pesannya. Video ceramah Singkat Habib Jafar sering memberikan video ceramah singkat di Instagram tentang isi ceramah tersebut. Beliau menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan gaya pengajaran yang ringkas dan jelas sehingga para pengikutnya dapat dengan mudah memahaminya. Habib Jafar juga menggunakan kutipan religi dalam tulisannya yang ia bagikan di Instagram. Ini menyampaikan pesan-pesan agama dengan teks disertai dengan kutipan agarna yang relevan. Ini membantu menyampaikan pesan secara efektif dan efisien.
Gaya Komunikasi Non Verbal Penggunaan bahasa yang sederhana
Ekspresi wajah Dalam video ceramahnya, Habib Jafar menggunakan ekspresi wajah ekspresif untuk menunjukkan emosi dan menegaskan pesan yang disampaikan. Ekspresi yang tegas, penuh kasih atau serius dapat membantu menyampaikan pesan dengan lebih kuat. Gestur tubuh Habib Jafar merupakan gestur yang tepat untuk menekankan poin-poin penting dalam ceramahnya. Dia tahu bagaimana menggunakan gerakan tangan atau tubuh yang mendukung penyampaian pesan yang disampaikan (Zaman, 2017). memberikan visualisasi yang lebih jelas hagi pengikutnya. Habib Jafar juga menggunakan gambar dan grafik yang relevan untuk memperkuat pesan yang disampaikan. Ia juga menggunakan ilustrasi, infografis atau gambar dengan font yang menarik. untuk menyampaikan pesan secara visual Dengan mengamati konten yang diunggah oleh akun Instagram @husein hadar tersebut adalah dakwah menyebar ke berbagai kalangan dan paham keagamaan mulai bermunculan di kalangan pengikutnya. Konten yang relevan dan bahasa yang mudah dipaharni membantu pengikut lebih memahami ajaran agama. Terjadi interaksi positif antara Habib Jafar dengan para pengikutnya. Menanggapi komentar dan pesan menciptakan. suasana interaksi positif, mempererat ikatan antara. jamaah dan dakwahnya, serta membentuk komunitas yang saling mendukung.
Pemanfaatan Media Sosial Instagram Sebagai Alat Dakwah
Peningkatan Pemahaman Agama Melalui konten yang relevan dan hahasa yang mudah dipaharni, Habib Jafar membantu masyarakat untuk lebih memahami ajaran agama. Postingannya di Instagram bisa menjadi sumber informasi dan inspirasi bagi followersnya Penyebaran dakwah yang semakin luas di jejaring sosial Instagram memungkinkan Habib Jafar menjangkau calon pengikutnya di berbagai daerah. Hal ini membantu memperluas jangkauan dakwah dan menjangkau lebih banyak orang. Terjalinnya interaksi yang positif Melalui responsifnya terhadap komentar dan pesan, Habib Jafar menciptakan atmosfer interaksi yang positif antara dirinya dan pengikutnya (Sosial & As, 2021). Ini memperkuat ikatan antara jamaah dan dakwah mereka dalam membangun sebuah komunitas yang saling mendukung.Habib Ja far juga mendorong semua kalangan untuk menggunakan platform digital sebagai sarana dakwah Sebab, media sosial kini telah menjadi domain dakwah Islam mainstream Ia mencontohkan penelitian Pusat Pengkajian Islam dan Sosial (PPIM), UIN Jakarta, yang menemukan lebih dari 63 persen pengguna internet belajar agama melalui intemet. Dengan demikian, dakwah menjadi penting di dunia digital dengan segala tantangannya Dakwah digital dinilai jauh lebih efektif, murah dan mudah Alat ini mudah dibuat dan dapat dibuat bahkan di rumah, murah karena tidak memerlukan transportasi dan efektif di tangan serta dapat dimainkan berkali-kali Habib Ja far yang merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW pun menanggapi sinisme pembelajaran di media sosial yang dinilai jauh secara ilmiah dari pesantren Bagi Habib Ja far, media digital dan pertemuan. takdim hanyalah alat, seperti pesantren dan sekolah
Akrab dan bersahabat dengan berbagai tokoh Agama
Habib menjadi sahabat baik dan akrab dengan tokoh agama non-Muslim Perlu diketahui bahwa Islam sebenarnya adalah agama yang damai dan sederhana Habib Jafar juga memadukan humor dan dakwah. Akrab dan bersahabat dengan berbagai tokoh Agama. Humor Habib Jaffar mampu. menyampaikan warna dakwah Islam yang tidak kaku toleran, kontestasi kontemplatif dan menghibur. Dari sini terlihat bahwa suatu persoalan yang serius dan seringkali disampaikan secara kaku juga dapat disampaikan dengan santai dan bersahabat. Di masyarakat tertentu, dakwah jenis ini lebih populer dibandingkan ceramah di kelas Dari Habib Jaffar kita dapat belajar bahwa Islam adalah agama yang terbuka terhadap inovasi dan perkembangan seiring berjalannya waktu. Maka tidak salah jika ada ungkapan Islam shalih ilikuli masa wa makan (menyesuaikan diri dengan segala waktu dan tempat) Tentu saja, penebusan ini kembali kepada kita melalui cara penafsirannya cara pemahamannya dan cara penerapannya. Apa yang dilakukan Habib Jafar merupakan bagian dari wajah Islam yang progresif, terbuka dan inovatif.
Kesimpulan Penulis
Dapat Kita simpulkan dari beberapa gaya dakwah Habis Jafar yang dianalisis oleh Aziz Iskandar dan Mulkan Habib dalam jurnal mereka bahwa kemajuan zaman harus juga disertai kemajuan SDMnya. Menggunakan hal-hal positif dalam arus teknologi seperti yang dilakukan habib Jafar dalam berdakwah. Tidak lupa dibekali dengan pemahaman gaya komunikasi lapisan masyarakat Indonesia yang bermacam-macam. Menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dipahami tentu sangat menarik jama’ah untuk terus mendengarkan ceramah dan nasihatnasihat beliau. Beliau juga sering memberikan contoh yang relevan dalam penyelesaian sebuah masalah. Cara beliau mengekspresikan gaya berdakwah juga sangat dikagumi masyarakat Indonesia. Nasehat dan ilmu beliau kemas dalam kalimat dan gaya penyampaian yang unik tak jarang menjadikan candaan sehingga mengundang gelak tawa para jama’ah yang menontonnya. Ringan tapi bermutu seperti itu tepatnya. Beliau juga sangat berteman baik dengan berbagai pemuka agama di Indonesia. Hal tersebutlah yang sangat motivasi masyarakat tentang pentingnya toleransi ditengah banyaknya umat beragama di Indonesia. Tidak hanya itu beliau juga banyak melakukan konten-konten dalam bentuk podcast, cerdas cermat, dan lain sebagainya bersama para tokoh tersebut. Mencerminkan bahwa apa yang beliau sampaikan, betul-betul beliau lakukan. Beliau tidak mudah menjustifikasi ajaran maupun pengetahuan yang bertentangan dengan Islam sekalipun. Dengan caranya dakwah tersebut sampai ke telinga para pendengar dengan sangat sederhana namun sopan dan sangat menarik untuk didengar lagi. Dan tidak lupa quotes-quotes dan postingan-postingan yang beliau bagikan dimedia sosial yang sering kali dirasa relate oleh para pengikutnya khususnya Gen Z. Dengan gaya komunikasi yang sederhana, memudahkan para pengikutnya memahami apa yang beliau bagikan meski tidak bertatap muka langsung

























