SelidikiNews.com
  • Politik
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Sosok
  • Teknologi
  • Toko
  • Koleksi Kami
  • Nulis Yuk!
No Result
View All Result
SelidikiNews.com
  • Politik
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Sosok
  • Teknologi
  • Toko
  • Koleksi Kami
  • Nulis Yuk!
Selidikinews
No Result
View All Result
Promo Couple Family Promo Kaos Branded Murah
Flash Sale Hijab Cantik & Murah Rekomendasi Tas Cantik Murah & Berkualitas
Rekomendasi produk murah, buruan ambil promonya!
Home News Dunia

Kenapa Kita Sering Mengira Semua Keturunan Cina di Indonesia Kaya Raya?

tim redaksi by tim redaksi
Jumat, 17 Mei 2024 | 17:29
Kenapa Kita Sering Mengira Semua Keturunan Tionghoa pada RI Kaya Raya?
315
SHARES
901
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SelidikiNews.com, Jakarta – Seringkali mayoritas orang menganggap semua warga keturunan Tionghoa di Indonesia adalah kaya raya.

Biasanya narasi ini dibarengi oleh etos kerja keras mereka. Namun, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Faktanya, tak sedikit pula dari mereka yang hidup dalam kelas menengah atau bahkan berada di bawah garis kemiskinan.

Anggapan ini bukanlah lahir belakangan, tapi sudah ada sejak beratus-ratus tahun lalu. Sejarah membuktikan kemunculan anggapan ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah kolonial pada masa lalu, yakni kebijakan Wijkenstelsel dan Passenstelsel atau bisa disebut Passen en Wijken Stelsel.

Jadi, Kok Bisa Ada Anggapan Semua Keturunan Cina di Indonesia Kaya Raya?

1. Kebijakan Kolonial yang Mempengaruhi

Secara terminologi, Wijkenstelsel adalah aturan pemerintah kolonial yang membagi wilayah berdasarkan kelompok. Sedangkan Passenstelsel adalah pembatasan wilayah yang membuat suatu kelompok tidak dapat bebas berpergian ke wilayah kelompok lain. Tentu, kelompok yang paling terdampak berasal dari etnis Tionghoa.

Alasan pemerintah kolonial memberlakukan kebijakan demikian tidak terlepas dari pengalaman pahit mereka. Pada 1740, terjadi pertentangan antara pendatang Belanda dengan orang Tionghoa di Batavia akibat faktor ekonomi. Gesekan ini berujung pada pembantaian ribuan orang Tionghoa di tangan kompeni Belanda.

2. Pengelompokan dan Pembatasan

Kejadian ini menimbulkan penguasa kala itu, VOC, membuat kebijakan pengelompokan (Wijkenstelsel) dan pembatasan (Passenstelsel). Tujuannya adalah untuk mengawasi orang Tionghoa dengan lebih ketat, agar tidak lagi berulah.

Atas dasar ini, tulis Mona Lohanda dalam Sejarah Para Pembesar Mengatur Batavia (2007:243), orang Tionghoa mulai dikelompokkan di satu wilayah di luar Batavia yang saat ini disebut Glodok. Mereka juga tidak bebas berpergian sebab harus menunjukkan identitas mereka.

3. Dampak Kebijakan di Masa Hindia Belanda

Seiring waktu, kebijakan ini terus dilanjutkan ketika pemerintah Hindia Belanda terbentuk. Bahkan, tulis Benny G. Setiono di Tionghoa Dalam Pusaran Politik (2003: 132), pelaksanaan secara intensif mulai diadakan pada masa tanam paksa, dari awal abad ke-19 sampai awal abad ke-20. Wilayahnya tidak cuma di Batavia, tapi juga Semarang, Rembang, dan sebagainya.

Ketika serius dilaksanakan, orang Tionghoa di Jawa tidak bebas. Mereka harus berada di satu wilayah yang sudah ditentukan pemerintah. Jika ingin keluar dari wilayah, mereka harus meminta izin terlebih dahulu. Izin ini harus disertai jelas: kemana, dengan siapa, naik apa, dan berapa lama. Jika disetujui, mereka harus membayar biaya perizinan. Apabila melanggar, siap-siap dikenakan denda belasan gulden hingga hukuman penjara.

4. Isolasi dan Dampaknya

Menurut sejarawan Ong Hok Ham dalam Riwayat Tionghoa Peranakan di Jawa (2005: 45), semua itu membuat mereka terisolasi, tidak dapat masuk ke wilayah lain, hingga sulit berinteraksi dengan penduduk pribumi. Namun, di sisi lain isolasi ini membawa berkah.

Isolasi menyebabkan mereka, yang mayoritas peniaga, makin solid. Mereka jadi saling percaya dan mengenal kemampuan bakat serta finansial masing-masing. Tak jarang mereka juga berlanjut ke jenjang pernikahan. Semua ini pada akhirnya melahirkan istilah yang disebut Ong Hok Ham sebagai “Modal nikah dengan modal”. Artinya, kepercayaan yang berhasil mengawinkan modal, sehingga menciptakan modal baru yang memacu kekuatan ekonomi.

“Tak pelak lagi terjadilah ‘modal nikah dengan modal’ kemudian menumbuhkan kapitalisme di Kampung Cina,” tulis Ong dalam Wahyu yang Hilang, Negeri yang Guncang (2018: 139).

5. Kebangkitan Kapitalisme dan Pandangan Masyarakat

Dari sinilah, kampung Cina menjadi pusat dunia usaha baru di perkotaan. Sekaligus juga menjadi tempat lahirnya miliarder-miliarder baru, seperti Raja Gula Oei Tiong Ham yang jadi orang terkaya di Hindia Belanda abad ke-20.

Kebangkitan kapitalisme di Kampung Cina kemudian melahirkan pandangan rakyat bahwa orang Tionghoa sudah pasti kaya raya serta eksklusif, yang membuatnya berbeda dengan kelompok pribumi. Apalagi, di perjalanan, pandangan ini juga menciptakan jurang pemisah antara orang Tionghoa dan penduduk lain.

Baca juga: Mau Download dan Nonton Film Vina: Sebelum 7 Hari 2024 Full Movie? Bukan LK21, Ganool, Rebahin, Ayo Lewat Sini!

6. Kesuksesan dan Kerja Keras: Mitos atau Fakta?

Pandangan semua Tionghoa sudah pasti kaya kemudian bertahan sampai sekarang. Atas dasar ini pula, Ong Hok Ham mengumumkan kesuksesan keturunan Tionghoa di Indonesia bukanlah semata-mata karena kerja keras dan hidup hemat. Menurutnya, hal itu cuma mitos yang dimainkan pengusaha perusahaan untuk membujuk orang lain kerja keras dan hidup hemat.

Baca Juga

IMMH UI Gandeng Muhammad Nur Purnamasidi, Soroti Masalah Distribusi Anggaran Pendidikan dan RUU Sisdiknas 

Kapolres Kotamobagu Dukung Inovasi Pertanian ‘BISI Expo Farm

“Sebab, kalau benar kerja keras dan hidup hemat dapat menghasilkan kapitalis, maka kalangan petani yang bekerja lebih keras dan hidup lebih hemat daripada pelaku bisnis kota, banyak yang jadi jutawan. Namun, ini tak terjadi,” ungkapnya. (hlm.129)

7. Bukan Masalah Ras

Bahkan, Ong juga menganggap kesuksesan orang Tionghoa bukan berhubungan dengan ras.

“Sikap saling percaya yang berkembang di dalam Pecinan merupakan modal bagi jaringan usaha di samping pentingnya peranan keluarga serta hubungan dengan penguasa. Akhirnya, tumbuhnya kapitalisme Cina di Indonesia tidaklah berhubungan dengan tentang ras,” kata Ong (hlm.141).

Tags: Kenapa orang cina kayakisah suksesPengusaharahasia sukses orang tionghoationghoa
Share126Tweet79SendShare

Media SelidikiNews.com menerima Hak Jawab, Hak Sanggah, dan Hak Ralat. hubungi kami WhatsApp/Telpon : 0821-6731-2468

Baca juga Berita Terbaru di Google News

Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

tim redaksi

tim redaksi

Berita Terkait

edit post
IMMH UI Gandeng Muhammad Nur Purnamasidi, Soroti Masalah Distribusi Anggaran Pendidikan dan RUU Sisdiknas 

IMMH UI Gandeng Muhammad Nur Purnamasidi, Soroti Masalah Distribusi Anggaran Pendidikan dan RUU Sisdiknas 

Sabtu, 25 April 2026 | 19:01
edit post
Kapolres Kotamobagu Dukung Inovasi Pertanian ‘BISI Expo Farm

Kapolres Kotamobagu Dukung Inovasi Pertanian ‘BISI Expo Farm

Kamis, 23 April 2026 | 14:00
edit post
Pemprov dan Polda NTT Perkuat Sinergi, Targetkan Zero TPPO dan TPPA

Pemprov dan Polda NTT Perkuat Sinergi, Targetkan Zero TPPO dan TPPA

Minggu, 19 April 2026 | 08:20
edit post
Polda NTT Tahan Tersangka Kasus Eksploitasi Seksual Anak, Tegaskan Komitmen Lindungi Korban

Polda NTT Tahan Tersangka Kasus Eksploitasi Seksual Anak, Tegaskan Komitmen Lindungi Korban

Minggu, 19 April 2026 | 08:16
edit post
Polda NTT Perkuat Kemampuan Intelijen, Hadapi Ancaman Penyelundupan Manusia Lintas Negara

Polda NTT Perkuat Kemampuan Intelijen, Hadapi Ancaman Penyelundupan Manusia Lintas Negara

Minggu, 19 April 2026 | 08:07
edit post
Kakorbinmas Baharkam Polri Pimpin Panen Raya Dan Penanaman Jagung Di Kotamobagu

Kakorbinmas Baharkam Polri Pimpin Panen Raya Dan Penanaman Jagung Di Kotamobagu

Jumat, 10 April 2026 | 21:51
edit post
Persatuan Pemuda NTB Gelar Aksi Desak Penegakan Hukum atas Dugaan Reklamasi Ilegal Pantai Amahami Mataram

Persatuan Pemuda NTB Gelar Aksi Desak Penegakan Hukum atas Dugaan Reklamasi Ilegal Pantai Amahami Mataram

Kamis, 9 April 2026 | 21:57
edit post
Skandal Proyek Rp250 Miliar di NTB. Dugaan Manipulasi Tender Sekolah Rakyat, Rakyat Siap Turun Jalan!

Skandal Proyek Rp250 Miliar di NTB. Dugaan Manipulasi Tender Sekolah Rakyat, Rakyat Siap Turun Jalan!

Selasa, 7 April 2026 | 14:06
edit post
Membedah Inovasi Sampah di Ujung Utara, KLH RI Pantau Bank Sampah Mandiri Nibong Baroh

Membedah Inovasi Sampah di Ujung Utara, KLH RI Pantau Bank Sampah Mandiri Nibong Baroh

Selasa, 31 Maret 2026 | 19:59
edit post
Warga Terdampak Menunggu, Efektivitas Dana Otsus Dipertaruhkan

Warga Terdampak Menunggu, Efektivitas Dana Otsus Dipertaruhkan

Jumat, 27 Maret 2026 | 00:31
Next Post
edit post

Rawat Pontianak Kota Toleran, PMII Pontianak Raya Gelar Kopdar Bersama Eks Napiter

edit post
Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan di Kelurahan Matali, Kota Kotamobagu

Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan di Kelurahan Matali, Kota Kotamobagu

edit post
Starlink Elon Musk Bawa Internet ke Puskesmas, Apa Fungsinya

Starlink Elon Musk Bawa Internet ke Puskesmas, Apa Fungsinya?

Berita Populer

edit post
IMMH UI Gandeng Muhammad Nur Purnamasidi, Soroti Masalah Distribusi Anggaran Pendidikan dan RUU Sisdiknas 

IMMH UI Gandeng Muhammad Nur Purnamasidi, Soroti Masalah Distribusi Anggaran Pendidikan dan RUU Sisdiknas 

Sabtu, 25 April 2026 | 19:01
edit post
Kapolres Kotamobagu Dukung Inovasi Pertanian ‘BISI Expo Farm

Kapolres Kotamobagu Dukung Inovasi Pertanian ‘BISI Expo Farm

Kamis, 23 April 2026 | 14:00
edit post
Merry Riana Dapat Bingkisan dari Menko AHY, Ini Makna dan Pesannya!

Merry Riana Dapat Bingkisan dari Menko AHY, Ini Makna dan Pesannya!

Rabu, 22 April 2026 | 11:25
edit post
Link Download, Sinopsis Film dan Nonton Film Pasar Setan 2024 Full HD Kualitas Jernih, Bukan di LK21, Rebahin, dan IndoXXI

Link Download dan Nonton Film Pasar Setan 2024 Full HD Kualitas Jernih, Bukan di LK21, Rebahin, dan IndoXXI

Sabtu, 16 Maret 2024 | 10:00
edit post
Rahasia Bisnis Kafe Makin Lancar? Indibiz Ruko Jadi Jawaban Adiksi Coffee dalam Mendukung Konektivitas

Rahasia Bisnis Kafe Makin Lancar? Indibiz Ruko Jadi Jawaban Adiksi Coffee dalam Mendukung Konektivitas

Selasa, 21 April 2026 | 17:36
edit post
150 Peserta Ikuti Webinar Indibiz Join Insight, Kupas Strategi Branding untuk Dongkrak Bisnis UMKM

150 Peserta Ikuti Webinar Indibiz Join Insight, Kupas Strategi Branding untuk Dongkrak Bisnis UMKM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:55
edit post
Adiksi Coffee Bandar Lampung Hadirkan Pengalaman Nongkrong Nyaman Anti Lemot Berkat Indibiz Ruko!

Adiksi Coffee Bandar Lampung Hadirkan Pengalaman Nongkrong Nyaman Anti Lemot Berkat Indibiz Ruko!

Selasa, 21 April 2026 | 17:37
edit post
Rahasia Bisnis Kafe Makin Lancar? Indibiz Ruko Jadi Jawaban Adiksi Coffee dalam Mendukung Konektivitas

Rahasia Bisnis Kafe Makin Lancar? Indibiz Ruko Jadi Jawaban Adiksi Coffee dalam Mendukung Konektivitas

Selasa, 21 April 2026 | 17:43
edit post
Pemanfaatan Indibiz Ruko Tingkatkan Efisiensi Yamaha Alfa Scorpii Batoh

Pemanfaatan Indibiz Ruko Tingkatkan Efisiensi Yamaha Alfa Scorpii Batoh

Rabu, 22 April 2026 | 14:23
edit post
Mau Nongkrong Sambil Ngerjain Skripsi? Tapi Tanpa takut wifi lelet? Di MH27 Coffee Premium Banda Aceh Jawabannya sudah terdigitalisasi dengan Indibiz Ruko!

Mau Nongkrong Sambil Ngerjain Skripsi? Tapi Tanpa takut wifi lelet? Di MH27 Coffee Premium Banda Aceh Jawabannya sudah terdigitalisasi dengan Indibiz Ruko!

Rabu, 22 April 2026 | 14:25
Beli Baju Baru Kaos Murah Branded Beli Baju Baru Kaos Murah Branded Beli Baju Baru Kaos Murah Branded

Viral Pekan ini

edit post
IMMH UI Gandeng Muhammad Nur Purnamasidi, Soroti Masalah Distribusi Anggaran Pendidikan dan RUU Sisdiknas 

IMMH UI Gandeng Muhammad Nur Purnamasidi, Soroti Masalah Distribusi Anggaran Pendidikan dan RUU Sisdiknas 

Sabtu, 25 April 2026 | 19:01
edit post
Kenapa Kita Sering Mengira Semua Keturunan Tionghoa pada RI Kaya Raya?

Kenapa Kita Sering Mengira Semua Keturunan Cina di Indonesia Kaya Raya?

Jumat, 17 Mei 2024 | 17:29
edit post
Kapolres Kotamobagu Dukung Inovasi Pertanian ‘BISI Expo Farm

Kapolres Kotamobagu Dukung Inovasi Pertanian ‘BISI Expo Farm

Kamis, 23 April 2026 | 14:00
edit post
Link Download, Sinopsis Film dan Nonton Film Pasar Setan 2024 Full HD Kualitas Jernih, Bukan di LK21, Rebahin, dan IndoXXI

Link Download dan Nonton Film Pasar Setan 2024 Full HD Kualitas Jernih, Bukan di LK21, Rebahin, dan IndoXXI

Sabtu, 16 Maret 2024 | 10:00
Load More
Jasa Pembuatan Website dan Marketing Digital Jasa Pembuatan Website dan Marketing Digital Jasa Pembuatan Website dan Marketing Digital
SelidikiNews.com

© 2025 PT Selidiki Media Indonesia

Menu

  • About Us
  • Redaksi
  • Kontak/Periklanan
  • Kebijakan Privasi
  • Google News
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Politik
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Sosok
  • Teknologi
  • Toko
  • Koleksi Kami
  • Nulis Yuk!

© 2025 PT Selidiki Media Indonesia