SelidikiNews.com, Jakarta – Sekitar bulan Oktober tahun lalu, Elon Musk mengakuisisi Twitter dengan nilai sekitar US$44 miliar (Rp 668 triliun).
Saat mengambil alih Twitter, Musk memiliki ambisi besar untuk mengubah platform media sosial tersebut menjadi sebuah ‘superapps’.
Saat ini, ambisi tersebut mulai terwujud satu per satu. Salah satunya adalah rencana untuk menjadikan platform yang dulu dikenal sebagai Twitter (sekarang disebut sebagai X) sebagai sebuah layanan keuangan (fintech).
Menurut bocoran audio notes yang dikumpulkan oleh The Verge, Musk berencana agar X tidak hanya mampu melakukan transaksi keuangan sederhana seperti transfer uang.
Lebih dari itu, Musk ingin X menjadi platform yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pinjaman dana, melayani kartu debit, menyimpan uang, bahkan melakukan transfer uang antarnegara.
Baca juga: Twitter X Banting Setir Jadi Pinjol, Apa Elon Musk Gagal?
Dengan kata lain, X akan berperan sebagai pengganti dari bank tradisional.
Dalam audio notes tersebut, Musk mengatakan, “Ketika saya berbicara mengenai pembayaran, saya bermaksud untuk memenuhi semua kebutuhan keuangan pengguna.”
Transformasi X menjadi sebuah layanan keuangan seolah melanjutkan mimpi yang telah lama diusung oleh Musk. Ini mengingat sebelumnya, Musk pernah menjalankan X.com, yang kemudian bergabung dengan Confinity dan menjadi PayPal.
Meskipun rencana ini terlihat ambisius, mengingat bahwa X saat ini terkenal sebagai jaringan media sosial, para pakar melihat kemungkinan besar peralihan ini dapat berhasil. Di China, WeChat dulunya adalah platform pesan singkat yang kemudian berkembang menjadi ‘superapps’ yang mencakup media sosial dan layanan pembayaran online.
Baca juga: SBF Dihukum 115 Tahun, 6 Bos Kripto Ini ‘Tunggu Giliran’
CEO X, Linda Yaccarino, juga optimis dengan transformasi ini. Menurutnya, ada peluang besar di bidang layanan keuangan yang bisa dijelajahi oleh X.
Terlebih lagi, performa bisnis X saat ini tidak begitu memuaskan. Sejak diakuisisi oleh Musk, nilai saham Twitter mengalami penurunan hingga hampir 66%. Namun, perlu dicatat bahwa X masih perlu mendapatkan izin dari otoritas setempat untuk dapat beroperasi sebagai layanan keuangan.
Linda menyatakan, “Kami ingin uang mengalir di dalam X sebagaimana informasi dan interaksi pengguna. Kami telah berhasil mendapatkan izin untuk pengiriman uang pertama di beberapa negara bagian, dan kami sedang bekerja keras untuk menjalankan sistem pembayaran global dalam waktu dekat.”



















