Selidiki.com,Makassar – Seorang laki-laki yang diduga pelaku pencurian mobil ditemukan Meninggal dunia di selokan jalan Sultan Alauddin depan Kantor Balai Diklat keagamaan Jl. Sultan Alauddin kel. Mannuruki Kec Tamalate Kota Makassar
Peristiwa naas ini terjadi Senin tgl 9 Januari 2023 sekitar pukul 02.00 Wita. Berdasarkan informasi dari masyarakat via telpon bahwa ada seseorang laki-laki yang diduga pelaku pencurian mobil meninggal di dalam selokan.
Kejadian ini berawal pukul 01.30 wita saudara (S) bersama tiga orang rekannya dari arah Malengkeri dengan mengendarai Mobil Toyota calya, warna hitam DD 1750 XAZ menuju Jl. Sultan Alauddin kemudian berhenti di dekat pintu masuk Jl. Mannuruki raya.
Selanjutnya saudara (S)bersama rekannya turun dari mobil untuk membeli nasi kuning, sementara mobil dalam keadaan menyala, tak lama kemudian melihat mobil tersebut jalan, pemilikpun berteriak pencuri, saat itupula menghentikan pengendara sepeda motor yang lewat.
Kemudian mengejar mobilnya, saat mengejar dan dibantu oleh pengendara lain, tak lama kemudian mobil tersebut berhenti di Depan warung makan Mbak Daeng jl. Sultan Alauddin sebelum mesjid Al abrar.
Lalu saudara (S) turun dan langsung membuka pintu belakang mobil, saat pintu belakang dibuka pemilik melihat pelaku berada di kursi pengemudi kemudian pelaku berkata “tidak ji pak” lalu pelaku keluar melalui pintu samping kiri dan melarikan diri menuju Balai diklat keagamaan.
Kemudian mengejar pelaku tetapi baru 50 meter kembali lagi ke mobil karena mobil berada di tengah jalan, kemudian membawa mobil memutar di depan gedung juang dan saat tiba di Balai Diklat keagamaan, pemilik mobil dihentikan oleh warga. mengatakan “berhenti ki pak, karena pelaku meninggal dunia”.
Kemudian turun dan melihat pelaku dalam keadaan tengkurap di dalam got, dalam keadaan meninggal dunia, saat itupula bersama warga mengangkat pelaku ke atas got, selanjutnya menuju Polsek Rappocini melaporkan kejadian tersebut.
“Pelaku lompat di got depan balai diklat keagamaan, kemudian melihat pelaku sudah tidak bergerak seperti sudah meninggal dunia” ujar Bahar selaku sopir mobil.
Pukul 02.20 wita pers. Opsnal sat Intelkam, pers Jatanras serta Tim inafis Polrestabes Makassar tiba di TKP kemudian melakukan olah TKP, dari hasil olah TKP dan pemeriksaan pada jenazah pelaku, tidak ditemukan adanya tanda – tanda penganiayaan hanya mulut pelaku yang mengeluarkan busa.
Pukul 03.51 wita jenazah dibawa ke Rs bhayangkara menggunakan ambulance Rs. Bhayangkara. Sekitar pukul 04.00 wita pers sek Tamalate meninggalkan tkp dengan membawa mobil serta pemilik mobil berteman ke polsek tamalate guna Menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
























