SelidikiNews.com
  • Politik
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Sosok
  • Teknologi
  • Toko
  • Koleksi Kami
  • Nulis Yuk!
No Result
View All Result
SelidikiNews.com
  • Politik
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Sosok
  • Teknologi
  • Toko
  • Koleksi Kami
  • Nulis Yuk!
Selidikinews
No Result
View All Result
Promo Couple Family Promo Kaos Branded Murah
Flash Sale Hijab Cantik & Murah Rekomendasi Tas Cantik Murah & Berkualitas
Rekomendasi produk murah, buruan ambil promonya!
Home Politik

Prabowo: Saya tidak mau diadu domba dengan Pak Jokowi

tim redaksi by tim redaksi
Sabtu, 30 September 2023 | 17:14
Prabowo: Saya tidaklah mau diadu domba dengan Pak Jokowi
313
SHARES
894
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta –

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan dirinya memutuskan bergabung ke Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pertahanan lantaran tak ingin diadu domba oleh pihak-pihak tertentu.

"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.

Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.

"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.

Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.

"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.

Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.

"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.

Jakarta –

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan dirinya memutuskan bergabung ke Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pertahanan lantaran tak ingin diadu domba oleh pihak-pihak tertentu.

"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.

Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.

"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.

Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.

"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.

Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.

"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.

Jakarta –

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan dirinya memutuskan bergabung ke Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pertahanan lantaran tak ingin diadu domba oleh pihak-pihak tertentu.

"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.

Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.

"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.

Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.

"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.

Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.

"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.

Jakarta –

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan dirinya memutuskan bergabung ke Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pertahanan lantaran tak ingin diadu domba oleh pihak-pihak tertentu.

"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.

Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.

"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.

Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.

"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.

Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.

"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.

Jakarta –

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan dirinya memutuskan bergabung ke Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pertahanan lantaran tak ingin diadu domba oleh pihak-pihak tertentu.

"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.

Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.

"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.

Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.

"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.

Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.

"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.

Jakarta –

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan dirinya memutuskan bergabung ke Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pertahanan lantaran tak ingin diadu domba oleh pihak-pihak tertentu.

"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.

Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.

"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.

Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.

"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.

Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.

"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.

Jakarta –

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan dirinya memutuskan bergabung ke Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pertahanan lantaran tak ingin diadu domba oleh pihak-pihak tertentu.

"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.

Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.

"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.

Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.

"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.

Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.

"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.

Jakarta –

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan dirinya memutuskan bergabung ke Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pertahanan lantaran tak ingin diadu domba oleh pihak-pihak tertentu.

"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.

Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.

"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.

Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.

"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.

Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.

"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.

Baca Juga

Diplomasi di Atas Bara Api – Mampukah Kesepakatan Putin-Trump Mencegah Perang Total Iran-Israel?

Kejatuhan ” Durian ” Politik , Jejak Dua Bersaudara Atmaja Raih Kursi Bupati Bekasi

Jakarta –

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan dirinya memutuskan bergabung ke Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pertahanan lantaran tak ingin diadu domba oleh pihak-pihak tertentu.

"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.

Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.

"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.

Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.

"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.

Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.

"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.

Jakarta –

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan dirinya memutuskan bergabung ke Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pertahanan lantaran tak ingin diadu domba oleh pihak-pihak tertentu.

"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.

Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.

"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.

Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.

"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.

Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.

"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.

Jakarta –

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan dirinya memutuskan bergabung ke Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pertahanan lantaran tak ingin diadu domba oleh pihak-pihak tertentu.

"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.

Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.

"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.

Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.

"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.

Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.

"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.

Jakarta –

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan dirinya memutuskan bergabung ke Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pertahanan lantaran tak ingin diadu domba oleh pihak-pihak tertentu.

"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.

Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.

"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.

Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.

"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.

Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.

"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.

Jakarta –

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan dirinya memutuskan bergabung ke Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pertahanan lantaran tak ingin diadu domba oleh pihak-pihak tertentu.

"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.

Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.

"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.

Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.

"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.

Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.

"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.

Jakarta –

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan dirinya memutuskan bergabung ke Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pertahanan lantaran tak ingin diadu domba oleh pihak-pihak tertentu.

"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.

Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.

"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.

Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.

"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.

Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.

"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.

Jakarta –

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan dirinya memutuskan bergabung ke Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pertahanan lantaran tak ingin diadu domba oleh pihak-pihak tertentu.

"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.

Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.

"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.

Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.

"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.

Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.

"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.

Jakarta –

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan dirinya memutuskan bergabung ke Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pertahanan lantaran tak ingin diadu domba oleh pihak-pihak tertentu.

"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.

Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.

"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.

Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.

"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.

Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.

"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.

Tags: GerindraPrabowo Subianto
Share125Tweet78SendShare

Media SelidikiNews.com menerima Hak Jawab, Hak Sanggah, dan Hak Ralat. hubungi kami WhatsApp/Telpon : 0821-6731-2468

Baca juga Berita Terbaru di Google News

Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

tim redaksi

tim redaksi

Berita Terkait

edit post
Diplomasi di Atas Bara Api – Mampukah Kesepakatan Putin-Trump Mencegah Perang Total Iran-Israel?

Diplomasi di Atas Bara Api – Mampukah Kesepakatan Putin-Trump Mencegah Perang Total Iran-Israel?

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:13
edit post
Kejatuhan ” Durian ” Politik , Jejak Dua Bersaudara Atmaja Raih Kursi Bupati Bekasi

Kejatuhan ” Durian ” Politik , Jejak Dua Bersaudara Atmaja Raih Kursi Bupati Bekasi

Sabtu, 20 Desember 2025 | 18:10
edit post
Hasil Survei Membuktikan 72 % Rakyat Indonesia Masih Cinta Jokowi, Itulah Sebabnya Di serang Terus Oleh Lawan Politiknya

Hasil Survei Membuktikan 72 % Rakyat Indonesia Masih Cinta Jokowi, Itulah Sebabnya Di serang Terus Oleh Lawan Politiknya

Senin, 3 November 2025 | 22:11
edit post
Isu Ijazah Palsu Jokowi Hanya Salah Satu Cara Untuk Menjatuhkan

Isu Ijazah Palsu Jokowi Hanya Salah Satu Cara Untuk Menjatuhkan

Minggu, 2 November 2025 | 20:41
edit post
Kemenko Polkam Fasilitasi Penyempurnaan Naskah Akademik Indeks Demokrasi Indonesia

Kemenko Polkam Fasilitasi Penyempurnaan Naskah Akademik Indeks Demokrasi Indonesia

Selasa, 21 Oktober 2025 | 10:08
edit post
Mahfud MD Peringatkan Pemerintah ” Api Dalam Sekam “, Dapat Tersulut Kembali

Mahfud MD Peringatkan Pemerintah ” Api Dalam Sekam “, Dapat Tersulut Kembali

Kamis, 4 September 2025 | 15:19
edit post
Pernyatan Sikap DPD FABEM Garut Untuk Mendukung Pencabutan IUP di Raja Ampat oleh Presiden Prabowo

Pernyatan Sikap DPD FABEM Garut Untuk Mendukung Pencabutan IUP di Raja Ampat oleh Presiden Prabowo

Jumat, 13 Juni 2025 | 16:00
edit post
Peran Intelijen Dalam Mendukung Penyelenggaraan Diplomasi Pertahanan Negara

Peran Intelijen Dalam Mendukung Penyelenggaraan Diplomasi Pertahanan Negara

Jumat, 25 April 2025 | 17:30
edit post
Tindak Lanjuti Pertemuan Dengan Wakil PM Malaysia, Menkopolkam Koordinasikan Jajaran Polkam

Tindak Lanjuti Pertemuan Dengan Wakil PM Malaysia, Menkopolkam Koordinasikan Jajaran Polkam

Senin, 21 April 2025 | 22:23
edit post
Ulil Abshar Abdalla Dukung Jokowi Tindak Tegas Penebar Fitnah Ijazah Palsu

Ulil Abshar Abdalla Dukung Jokowi Tindak Tegas Penebar Fitnah Ijazah Palsu

Senin, 21 April 2025 | 07:38
Next Post
edit post
Disinformasi! Mahfud MD mundur dari kabinet Indonesia Maju pada September 2023

Cek Fakta Disini! Mahfud MD Mundur dari Kabinet Indonesia Maju pada September 2023

edit post
Wapres panen 20 kg anggur pada teras belakang rumah pada akhir pekan

Wapres panen 20 kg anggur di teras belakang rumah pada akhir pekan

edit post
Kaesang minta kader PSI turun ke warga berpolitik gembira

Kaesang minta kader PSI turun ke masyarakat berpolitik gembira

Berita Populer

edit post
Polda NTT Perkuat Kemampuan Intelijen, Hadapi Ancaman Penyelundupan Manusia Lintas Negara

Polda NTT Perkuat Kemampuan Intelijen, Hadapi Ancaman Penyelundupan Manusia Lintas Negara

Minggu, 19 April 2026 | 08:07
edit post
Pemprov dan Polda NTT Perkuat Sinergi, Targetkan Zero TPPO dan TPPA

Pemprov dan Polda NTT Perkuat Sinergi, Targetkan Zero TPPO dan TPPA

Minggu, 19 April 2026 | 08:20
edit post
Merry Riana Dapat Bingkisan dari Menko AHY, Ini Makna dan Pesannya!

Merry Riana Dapat Bingkisan dari Menko AHY, Ini Makna dan Pesannya!

Rabu, 22 April 2026 | 11:25
edit post
Dampak Polusi Udara dari Tambang Batu Bara terhadap Lingkungan dan Kesehatan

Dampak Polusi Udara dari Tambang Batu Bara terhadap Lingkungan dan Kesehatan

Minggu, 6 April 2025 | 15:04
edit post
Polda NTT Tahan Tersangka Kasus Eksploitasi Seksual Anak, Tegaskan Komitmen Lindungi Korban

Polda NTT Tahan Tersangka Kasus Eksploitasi Seksual Anak, Tegaskan Komitmen Lindungi Korban

Minggu, 19 April 2026 | 08:16
edit post
2. Indibiz Ruko Dukung Kinerja Bisnis Ampalu Kopi Pekanbaru

2. Indibiz Ruko Dukung Kinerja Bisnis Ampalu Kopi Pekanbaru

Senin, 20 April 2026 | 13:10
edit post
9. Indibiz Ruko Perkuat Kinerja Operasional Yamaha Alfa Scorpii Batoh

9. Indibiz Ruko Perkuat Kinerja Operasional Yamaha Alfa Scorpii Batoh

Rabu, 15 April 2026 | 00:22
edit post
Ampalu Kopi Pekanbaru Andalkan Indibiz Ruko untuk Koneksi Internet Stabil

Ampalu Kopi Pekanbaru Andalkan Indibiz Ruko untuk Koneksi Internet Stabil

Senin, 20 April 2026 | 13:12
edit post
Indibiz Ruko Bantu Ampalu Kopi Pekanbaru Hadirkan Layanan Lebih Optimal

Indibiz Ruko Bantu Ampalu Kopi Pekanbaru Hadirkan Layanan Lebih Optimal

Senin, 20 April 2026 | 13:14
edit post
Adiksi Coffee Bandar Lampung Hadirkan Pengalaman Nongkrong Nyaman Anti Lemot Berkat Indibiz Ruko!

Adiksi Coffee Bandar Lampung Hadirkan Pengalaman Nongkrong Nyaman Anti Lemot Berkat Indibiz Ruko!

Selasa, 21 April 2026 | 14:28
Beli Baju Baru Kaos Murah Branded Beli Baju Baru Kaos Murah Branded Beli Baju Baru Kaos Murah Branded

Viral Pekan ini

edit post
Prabowo: Saya tidaklah mau diadu domba dengan Pak Jokowi

Prabowo: Saya tidak mau diadu domba dengan Pak Jokowi

Sabtu, 30 September 2023 | 17:14
edit post
Polda NTT Perkuat Kemampuan Intelijen, Hadapi Ancaman Penyelundupan Manusia Lintas Negara

Polda NTT Perkuat Kemampuan Intelijen, Hadapi Ancaman Penyelundupan Manusia Lintas Negara

Minggu, 19 April 2026 | 08:07
edit post
16. Adiksi Coffee Bandar Lampung Optimalkan Sistem Kasir dan Layanan dengan Indibiz Ruko

16. Adiksi Coffee Bandar Lampung Optimalkan Sistem Kasir dan Layanan dengan Indibiz Ruko

Rabu, 15 April 2026 | 00:26
edit post
Dampak Polusi Udara dari Tambang Batu Bara terhadap Lingkungan dan Kesehatan

Dampak Polusi Udara dari Tambang Batu Bara terhadap Lingkungan dan Kesehatan

Minggu, 6 April 2025 | 15:04
Load More
Jasa Pembuatan Website dan Marketing Digital Jasa Pembuatan Website dan Marketing Digital Jasa Pembuatan Website dan Marketing Digital
SelidikiNews.com

© 2025 PT Selidiki Media Indonesia

Menu

  • About Us
  • Redaksi
  • Kontak/Periklanan
  • Kebijakan Privasi
  • Google News
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Politik
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Sosok
  • Teknologi
  • Toko
  • Koleksi Kami
  • Nulis Yuk!

© 2025 PT Selidiki Media Indonesia