Jakarta –
"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.
Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.
"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.
Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.
"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.
Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.
"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.
Jakarta –
"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.
Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.
"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.
Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.
"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.
Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.
"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.
Jakarta –
"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.
Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.
"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.
Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.
"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.
Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.
"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.
Jakarta –
"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.
Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.
"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.
Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.
"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.
Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.
"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.
Jakarta –
"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.
Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.
"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.
Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.
"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.
Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.
"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.
Jakarta –
"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.
Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.
"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.
Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.
"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.
Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.
"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.
Jakarta –
"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.
Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.
"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.
Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.
"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.
Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.
"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.
Jakarta –
"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.
Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.
"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.
Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.
"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.
Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.
"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.
Jakarta –
"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.
Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.
"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.
Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.
"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.
Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.
"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.
Jakarta –
"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.
Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.
"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.
Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.
"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.
Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.
"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.
Jakarta –
"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.
Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.
"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.
Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.
"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.
Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.
"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.
Jakarta –
"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.
Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.
"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.
Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.
"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.
Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.
"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.
Jakarta –
"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.
Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.
"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.
Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.
"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.
Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.
"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.
Jakarta –
"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.
Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.
"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.
Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.
"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.
Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.
"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.
Jakarta –
"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.
Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.
"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.
Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.
"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.
Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.
"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.
Jakarta –
"Saya tak mau diadu domba. Begitu beliau ajak saya, saya katakan 'Ya saya bergabung'. Kita bersatu serta Indonesia tenang, Indonesia kuat, Indonesia tak mau diadu domba lagi," kata Prabowo pada Jakarta Selatan, Sabtu.
Prabowo yang mana yang disebut saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju, mengatakan Indonesia mempunyai sejarah panjang mengalami kebijakan pemerintah adu domba, oleh lantaran itu, dirinya tak ingin hal itu terulang kembali.
"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Karena saya memahami sejarah bangsa Indonesia, dari dulu kita selalu diadu domba juga waktu tahun 2019, Pak Jokowi tergerak hatinya, kemudian saya tergerak hatinya, kita tak mau diadu domba," ujarnya.
Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mengatakan instingnya menilai Jokowi sebagai sosok yang mana mencintai Indonesia juga hal itu juga yang tersebut dimaksud menyokong dirinya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.
"Karena Pak Jokowi itu orang Indonesia. Hati saya, insting saya, mengatakan Pak Jokowi itu orang Merah Putih, cinta Indonesia, cinta rakyat, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang tersebut mana sama-sama cinta Indonesia, kemudian cinta rakyat Indonesia?" ujar Prabowo.
Meskipun demikian, Prabowo memahami bahwa keputusannya bergabung ke Jokowi akan mengecewakan sebagian pendukungnya. Namun Prabowo berharap seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya hal itu adalah demi kemajuan bangsa serta negara.
"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa. Saya mengerti banyak yang tersebut hal itu tiada mau saya bergabung sebanding Pak Jokowi. Saya mengerti, apalagi yang digunakan digunakan emak-emak nih juga benar bahwa akhirnya saya memerlukan waktu, memerlukan upaya serta memerlukan bantuan daripada kawan-kawan untuk menjelaskan mengapa keadaan seperti itu," pungkasnya.

























