SelidikiNews.com, Gorontalo, Selasa, (16/7/24) – Sejumlah aktivis lingkungan dan masyarakat di sekitar Danau Limboto mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera memeriksa proyek pembangunan pintu air di Danau Limboto.
Proyek yang seharusnya memberikan solusi terhadap masalah banjir di wilayah tersebut justru menimbulkan kontroversi karena diduga dua unit pintu air tapodu tidak berfungsi atau tidak digunakan, yang berdampak pada terjadinya banjir di beberapa wilayah.
Aktivis dari berbagai organisasi lingkungan menyatakan bahwa pembangunan pintu air tersebut seharusnya menjadi solusi yang efektif untuk mengendalikan volume air di Danau Limboto.
Namun kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa pintu air yang dibangun dengan anggaran yang cukup besar tersebut tidak memberikan manfaat yang diharapkan.
“Saat musim hujan, seharusnya pintu air Tapodu dapat mengontrol aliran air dan mencegah banjir. Namun, dua unit pintu air tersebut tidak berfungsi atau tidak digunakan, sehingga menyebabkan air meluap dan membanjiri wilayah sekitar,” ujar salah satu aktivis lingkungan yang enggan disebutkan namanya.
Selain masalah teknis yang mengakibatkan pintu air tidak berfungsi, para aktivis juga menyoroti adanya indikasi penyalahgunaan anggaran dalam proyek ini.
Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya, terdapat indikasi double anggaran pada proyek pembangunan pintu air tersebut. Item pekerjaan pengecatan, misalnya, sudah dianggarkan pada tahun 2023, namun untuk tahun 2024 dianggarkan kembali.
“Ini jelas merupakan indikasi adanya penyelewengan anggaran.
Bagaimana mungkin item pekerjaan yang sama dianggarkan dua kali dalam dua tahun berturut-turut?
Kami meminta aparat penegak hukum untuk menyelidiki masalah ini secara tuntas,” tegas salah satu aktivis.
Masyarakat disekitar Danau Limboto berharap adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum untuk menyelidiki dugaan penyimpangan dalam proyek ini.
Mereka juga meminta pemerintah daerah untuk memberikan perhatian serius terhadap masalah ini agar solusi jangka panjang terhadap banjir diwilayah mereka dapat segera terwujud.
“Kami berharap aparat penegak hukum bertindak cepat dan tegas. Ini bukan hanya masalah teknis, tetapi juga masalah integritas dan kepercayaan publik terhadap pemerintah,” ujar seorang warga yang terdampak banjir.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan aktivis dan masyarakat.
Masyarakat berharap adanya transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan proyek ini agar permasalahan banjir di wilayah mereka tidak berlarut-larut.
Proyek pembangunan pintu air di Danau Limboto diharapkan dapat segera diperbaiki dan difungsikan sesuai dengan tujuan awalnya.
Keberadaan pintu air yang berfungsi dengan baik sangat penting untuk mengendalikan aliran air dan mencegah terjadinya banjir yang merugikan masyarakat sekitar.
Aktivis dan masyarakat terus mengawasi perkembangan kasus ini dan siap memberikan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum dalam mengungkap kebenaran dan menegakkan keadilan, dan sesegera mungkin memanggil Kepala Balai, Kasatker serta pelaksana dan semua pihak yang terlibat.
Mereka berharap masalah ini dapat segera diselesaikan dengan baik demi kepentingan bersama.(Red/Cakra Langit)

























