Menurut Kady Lyons, seorang ilmuwan di Akuarium Georgia, Atlanta, tidak mungkin bagi Charlotte untuk dihamili oleh hiu karena alat reproduksi dan DNA kedua spesies tersebut tidak kompatibel.
“Kita harus mengklarifikasi bahwa tidak ada romansa gelap antara pari dan hiu,” tambah Lyons dengan sedikit humor.
Sebaliknya, kehamilan Charlotte mungkin terjadi melalui proses yang dikenal sebagai parthenogenesis, sebuah istilah dari bahasa Yunani yang berarti “kelahiran dari perawan”.
Parthenogenesis adalah fenomena reproduksi aseksual yang langka, di mana betina dapat menghasilkan embrio tanpa adanya pembuahan sperma jantan.
Tanpa sperma, sebuah sel yang disebut “polar body”, yang mengandung DNA induk, bertanggung jawab atas pembuahan sel telur.
Baca juga: Harta Karun Usia 3.000 Tahun Ternyata Asalnya dari ‘Dunia Lain’ Nih
Proses ini menghasilkan keturunan yang “mirip dengan induknya, tetapi tidak identik,” demikian yang ditulis oleh Corryn Wetzel dari National Geographic.
“Kita mengetahui bahwa banyak spesies hiu dan pari memiliki kemampuan untuk melakukan parthenogenesis,” kata Chris Lowe, direktur laboratorium hiu di California State University.
“Ini adalah fenomena yang menarik dan menakjubkan, mengingat bahwa banyak spesies hiu dan pari melakukan hal yang sama.”
“Namun, kita masih belum sepenuhnya memahami mengapa proses reproduksi ini sering terjadi pada mereka,” tambahnya.
























