SelidikiNew.com. Kubar-Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah bekerja sama dengan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menggelar Presentasi Laporan Pendahuluan Penyusunan Peta Ekoregion dan Daya Tampung Lingkungan Kabupaten Kutai Barat. Dibuka resmi oleh Plt. Asisten Administrasi Umum Sahadi. Berlangsung di Ruang Rapat Bappedalitbang, Sendawar. Rabu (06/07/2023).
Bupati Kutai Barat dalam sambutannya yang dibacakan oleh Plt Asisten Administrasi Umum Sahadi mengatakan Kabupaten Kutai Barat merupakan salah satu kabupaten yang berada di Kalimantan Timur,yang berbatasan dengan wilayah Ibu Kota Negara (IKN) baru. Kabupaten Kutai Barat juga merupakan salah satu kabupaten pemekaran pada tahun 2013 berdasarkan Undang – Undang Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pembentukan Kabupaten Mahakam Ulu.
Maka Sebagai wilayah hasil pemekaran dan wilayah berbatasan langsung dengan Kawasan IKN baru, tentu menjadikan Kabupaten Kutai Barat sebagai salah satu kabupaten yang mengalami percepatan pembangunannya. Sehingga ekoregion menjadi salah satu asas dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (PPLH).
“Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa “asas ekoregion” adalah harus diperhatikannya karakteristik sumber daya alam, ekosistem, kondisi geografis, budaya masyarakat setempat, dan kearifan lokal, dalam setiap upaya PPLH. Di samping itu, ekoregion juga dijadikan sebagai unit spesial dalam inventarisasi dan analisis lingkungan hidup. Hal ini untuk memastikan terlaksananya koordinasi horizontal antar wilayah administrasi yang saling bergantung (misalnya hulu-hilir) dalam PPLH. Penetapan ekoregion memungkinkan kita melihat keterkaitan, interaksi, dan interdependensi, serta dinamika pemanfaatan, pencadangan sumber daya alam, maupun permasalahan lingkungan hidup di wilayah ekoregion”, jelasnya.
Maka presentasi laporan pendahuluan menjadi titik awal bagi Pemerintah Daerah untuk memulai memetakan potensi wilayah di Kutai Barat. Guna dikembangkan dengan tetap mengedepankan kelangsungan lingkungan dan ekosistem.
Selain itu, hadirnya narasumber dari Tim Tenaga Ahli Sekolah Pascasarjana UGM Yogyakarta. Tentu menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk memperoleh ilmu dan gagasan yang baik. Agar kedepan akan semakin memantapkan kesiapan Kabupaten Kutai Barat sebagai salah satu daerah penyangga Ibukota Negara Baru. Serta meningkatkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.























