Selidiki.com, Jakarta
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan pemeriksaan kanker serviks pada 2023 akan ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi (PORI) Prof.Dr.dr.Soehartati Gondhowiardjo, Sp.OnkRad(K) dalam acara Hari Kanker Sedunia 2023 di Jakarta, Sabtu (4/2/2023).
“Data yang kami miliki bahwa Hospital Based Cancer Registry (HBCR), 30 persen pasien kita datang dalam keadaan stadium satu dan dua,” ucap Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi (PORI) Prof.,Dr., dr.Soehartati Gondhowiardjo, Sp.Onk.Rad(K).
Menurutnya, mempermudah pemeriksaan kanker di tengah masyarakat, maka Kemenkes memastikan bahwa pemerintah akan menanggung biaya pengobatan untuk penderita kanker serviks.
Untuk itu, ia meminta agar masyarakat melakukan Pemeriksaan dini untuk kanker serviks, harus dilakukan secepat mungkin.
“Bukannya tanpa alasan, ada banyak sekali pengidap kanker yang meninggal dunia, karena terlambat melakukan pengecekan dan pengobatan,” sebutnya.
Salah satu faktor tingginya angka kematian, karena kanker diketahui disebabkan oleh terlambatnya penanganan dan pemeriksaan pasien kanker.
Tercatat hanya 30 persen pasien kanker yang melakukan pemeriksaan di rumah sakit pada stadium-stadium awal.
Sementara itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengakui bahwa jumlah penderita kanker serviks sangatlah banyak, dan kebanyakan penderita meninggal dunia.
“Saya tanya kanker serviks itu pakai apa sih periksanya? Pap smear, terus ada IVA test. Terus gold standart-nya apa? (Ternyata pemeriksaan) HPV DNA.
Nah, itu sama dengan PCR jadi molekuler gitu ya,” cerita Menkes Budi di kesempatan yang sama.
Setelah berkonsultasi dengan para ahli yang ada, Menkes Budi Sadikin pun memutuskan untuk menggunakan seribu mesin PCR yang sudah dimiliki.
“Yaudah bisa pakai mesin PCR yang ini nggak? Saya punya seribu kan mesin PCR daripada ditutup-tutupin labnya. Tapi butuh reagennya.
- Saya panggil itu beberapa ahli-ahli, bisa nggak bikin reagen khusus bukan reagen deteksi virus COVID-19, tapi reagen yang khusus bisa deteksi virusnya kanker serviks?’,” kata Menkes Budi bercerita.
Tak hanya itu saja, mulai tahun ini rencananya pemeriksaan kanker serviks dengan metode HPV DNA test bisa dilakukan secara gratis dan ditanggung oleh BPJS.
“Oh bisa (membuat reagen untuk virus kanker serviks) ternyata. Dan mulai tahun kini kita akan mulai HPV DNA test supaya bisa lebih pas gitu. Dan itu gratis dibayarin BPJS,” pungkas Menkes Budi Sadikin.SYH
























