Selidikinews.com, Jakarta – Langkah Indonesia dalam menggenjot ekonominya, terkait peningkatan ekspor ke sejumlah negara, mendapat gangguan dari Singapura.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara road to Jakarta Food Security Summit (JFSS) 2026 di Jakarta Selatan, Selasa (13/1/26).
Menurutnya, semakin aktifnya Indonesia dalam perjanjian perdagangan bebas dan blok dagang dengan berbagai negara, maka Singapura tidak suka melihatnya.
“Singapura tidak suka-suka banget kalau Indonesia masuk di dalam seluruh free trade.
Jadi, ada juga upaya-upaya untuk mengganggu Indonesia,” ucap Airlangga.
Namun, Airlangga tidak menjelaskan secara detail bentuk gangguan yang dilakukan Singapura.
Ia lalu menegaskan, langkah pembukaan akses pasar Indonesia ke sejumlah negara akan terus dilakukan, sebagaimana perintah Presiden Prabowo Subianto.
Merujuk sebuah studi dari perusahaan Swiss, Airlangga menyebut bahwa pada 2025 Indonesia menjadi salah satu negara dengan pembukaan pasar terbesar di dunia.
Airlangga mencontohkan capaian perjanjian dagang Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) bersama Uni Eropa dan Kanada yang berhasil dirampungkan Indonesia.
Selain CEPA, Indonesia juga menandatangani perjanjan perdagangan bersama Uni Ekonomi Eurasia berbentuk Free Trade Agreement (FTA).
“Kita juga akan melakukan MOU untuk persiapan CEPA dengan Inggris,” kata Airlangga.
Selain perjanjian dagang, Indonesia juga telah bergabung dalam blok perdagangan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).
RCEP berisikan 10 anggota ASEAN dan lima mitra, yaitu China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.
Berikutnya, Indonesia kini berada dalam lingkaran Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dan sedang menjalani proses technical review.
Thailand disebut menyusul langkah Indonesia dalam upaya bergabung.
Sumber : Menko Airlangga Hartarto
Cakra Langit
DPN Jurnalistik Reformasi Indonesia























