Selidikinews.com, Indonesia -Hasil survei internal yang bocor pada pertengahan 2025 mengungkap fakta mengejutkan bahwa 72% rakyat Indonesia masih menunjukkan rasa cinta dan dukungan kuat terhadap Joko Widodo (Jokowi), meski ia telah mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden.
Angka ini menunjukkan bahwa popularitas dan kepercayaan publik terhadap mantan Presiden RI tersebut tetap kokoh, bahkan di tengah gelombang serangan politik yang terus menghantamnya.
Menurut pengamat politik Burhanuddin Muhtadi, meski popularitas Jokowi menurun dari puncaknya, tingkat penerimaan publik masih sangat tinggi.
Hal ini menjadikan Jokowi sosok yang tetap diperhitungkan dalam kancah politik nasional, sehingga wajar jika lawan-lawan politiknya berusaha menghambat dan menyerangnya demi melemahkan pengaruhnya dalam politik Indonesia.
Serangan yang terus menyasar Jokowi bukan tanpa alasan.
Kuatnya dukungan rakyat menjadi ancaman bagi lawan politik yang ingin mengambil alih pengaruh dan kekuasaan.
Dengan basis massa yang setia, Jokowi tetap menjadi figur yang mampu menggerakkan opini publik dan mempengaruhi arah politik, baik secara langsung maupun melalui peran keluarga politiknya.
Data ini juga sejalan dengan survei kepuasan kinerja Jokowi yang mencapai angka 75-80%.
Rakyat melihat hasil nyata dalam pembangunan dan kebijakan selama dua periode kepemimpinan Jokowi, sehingga kepercayaan ini tidak mudah pudar hanya karena serangan politik yang tak berujung.
Dengan kata lain, semakin besar serangan yang diarahkan kepadanya, semakin jelas bahwa Jokowi adalah tokoh yang disegani dan dicintai rakyat Indonesia. Serangan itu menjadi cerminan kekuatan dan pengaruhnya yang masih sulit digoyahkan lawan.
Cakra Langit
Ketua DPN JURI
























