SelidikiNews.com, Jakarta – Biasanya para miliarder selalu ingin menonjolkan harta kekayaannya agar semua orang tahu dirinya kaya raya. Namun, hal ini tak dilaksanakan oleh Pavel Durov.
Meski Forbes mencatatkan punya harta US$ 15,5 miliar atau Rp253 triliun, gaya hidupnya justru cukup simpel kemudian tak ingin terlihat kaya. Bahkan, beliau memutuskan tak ingin mengejar dunia. Bagaimana ceritanya?
“Mark Zuckerberg” Rusia
Perlu diketahui, Pavel Durov adalah pria selama Rusia kelahiran 10 Oktober 1984. Dia menjadi terkenal kemudian kaya raya berkat mendirikan VKontakte (VK) pada 2006. VK adalah media sosial di tempat Rusia yang tersebut mirip dengan Facebook: sama-sama mampu berbagi pesan.
Di tangan Durov, VK meningkat pesat. Tak butuh waktu lam, media sosial itu sukses menggantikan Facebook sebagai media sosial paling populer di dalam Rusia. Valuasi perusahaan pun berkembang hingga US$ 3 miliar. Dia pun dijuluki sebagai “Mark Zuckerberg”-nya Rusia.
Akan tetapi, perkembangan pesat VK terjadi dalam Rusia yang mana sangat mengontrol kebebasan berpendapat warga. Alhasil, VK seringkali jadi sasaran “amarah” pemerintah Rusia. Kantornya pun pernah digerebek polisi Rusia.
Durov pun beberapa kali menjadi target kriminalisasi. Awalnya beliau tetap memperlihatkan melakukan perlawanan, tapi puncaknya terjadi pada 2014. Mengutip Yahoo News, kala itu Durov dipaksa agen intelijen Rusia untuk memberikan data pengguna VK di tempat tanah Ukraina yang mana melakukan aksi mengkritik terhadap Presiden Ukraina pro-Rusia.
Permintaan ini ditolak mentah-mentah Durov. Akan tetapi, setelahnya beliau harus terusir dari tanah kelahirannya sendiri, termasuk kehilangan VK.
“Setelah itu, saya dipecat dari perusahaan yang digunakan saya bentuk. Dan untuk melawan, saya meninggalkan Rusia. Saya kehilangan perusahaan kemudian rumah,” katanya.
Durov kemudian bermukim di tempat Amerika Serikat juga diketahui dengan segera merancang pembuatan media sosial baru. Kelak, rancangan itu melahirkan aplikasi mobile berbagi instruksi bernama Telegram.
Forbes mencatat Telegram kemudian tumbuh sangat pesat. Hal ini bisa saja terjadi oleh sebab itu Telegram bisa saja lebih besar menjaga keamanan data pengguna. Keberhasilan Telegram yang tersebut pada 2021 menjadi aplikasi mobile terpopuler lantas menghasilkan nama Durov makin naik daun.
Sampai 2024, Durov tercatat punya kekayaan US$ 1,5 miliar atau Rp253 triliun. Akan tetapi, itu semua tak menghasilkan Durov terlena.
Hidup sederhana
Mengutip South China Morning Post, Durov diketahui menjalani gaya hidup asketik. Gaya hidup ini membuatnya memilih tidaklah melakukan kesenangan duniawi lalu lebih tinggi fokus mencapai tujuan spiritual. Biasanya, para penganut gaya hidup ini adalah agamawan yang kerap bersemedi juga mengasingkan diri dari hiruk-pikuk dunia.
Beranjak dari sini, beliau telah terjadi menjauhkan segala macam hal yang digunakan berbahaya untuk kebugaran serta kesejahteraan fisik. Dia menolak alkohol, nikotin, obat-obatan, kafein, makanan cepat saji, gula, termasuk menonton televisi. Dikabarkan juga beliau suka bersemedi sebagai sarana detoks.
Praktik lain dari langkah ini terlihat juga pada kebiasaan berpakaiannya. Sehari-hari beliau tak mau ambil pusing memikirkan busana. Dia belaka mengenakan kaos polos berwarna hitam. Gaya pakaiannya mengikuti bos Facebook, Mark Zuckerberg, yang digunakan banyak pakai kaos polos.
Bahkan kabar terbaru ia tak gengsi mengenakan handphone murah.
Lewat unggahan di akun Telegram resmi beberapa hari lalu, awalnya beliau bercerita kalau HP-nya, yang mana jadi perangkat utama untuk bekerja, baru belaka rusak oleh sebab itu cuaca panas di dalam Dubai. Dari sini, orang-orang lantas salah fokus pada HP-nya, Samsung Galaxy A52, yang mana seharga Rp5 jt juga telah ketinggalan zaman. Dari di sini orang mengamati bahwa gaya hidup Durov anti-mainstream. Sekalipun dapat membeli HP mahal dari uang beratus-ratus triliun rupiah, ia malah memakai HP murahan.
Oleh sebab itu, belajar dari Durov: hiduplah mudah walaupun punya uang melimpah ruah.
























