Selidikinews.com, – Gorontalo – Sejumlah masa aksi turun demo meminta Kepala Bandara Djalaludin Gorontalo mundur dari jabatan, terkait dugaan terlibat sindikat penyelundupan emas kurang lebih enam Kilogram (6-8kg) beberapa waktu lalu.
Ditemui seusai Aksi senin (07/8) , Koordinator lapangan…. mengatakan “kami menyampaikan mosi tidak percaya sekaligus meminta agar Kepala Bandara Djalaludin mundur dari dari jabatan, karena diduga kuat terlibat sindikat penyelundupan sumber mineral (emas) Gorontalo ke luar daerah”.
Jelas menambahkan bahwa aksi ini akan kami gelar kembali, “kami akan turun dengan masa aksi lebih besar lagi” rencananya masa aksi akan kepung bandara guna mendesak kepala bandara dicopot, bahkan aksi unjuk rasa ini akan kami gelar kembali didepan kementerian perhubungan, jika kemudian apa yang kami sampaikan tidak direspon, tegas koordinator lapangan pada aksi unjuk rasa dibandara Djalaludin Gorontalo.
Ditempat berbeda Koordinator LSM KIBAR Wilayah Indonesia Timur Hengki Maliki meminta agar APH baik jajaran Polri dan Kejaksaan jangan tutup mata terhadap isu yang meresahkan Gorontalo ini.
Maraknya penyelundupan hasil kekayaan Gorontalo ke luar daerah baik jalur udara dan laut seolah lolos dari pandangan Aparat, jangan sampai ada kerjasama antara pelaku penyelundupan dan pihak-pihak terkai, diketahui sampai saat ini polres Gorontalo belum juga merilis tersangka terkait penangkapan penyelundupan emas di bandara jalaludin kemarin, tegas Hengki.
Hingga berita ini diturunkan terpantau pihak polres Gorontalo enggan berkomentar saat di temui wartawan dan masa aksi, pihak bandarapun belum bisa konfirmasi terkait tuntutan aksi demo tersebut.























