mengutip surat Al-Maidah ayat 48 setelah dideklarasikan sebagai akan datang calon perwakilan presiden pendamping Ganjar Pranowo di .
Ayat itu berisi alasan Allah SWT menciptakan manusia berbeda-beda. Mahfud membacakan ayat itu dalam saat mengeksplorasi persoalan keberagaman dalam Indonesia.
“Kalau Allah mau, kamu itu hanya sekali cuma satu jenis, tak berbeda-beda, tetapi justru saya, Tuhan, yang dimaksud menyebabkan kamu itu berbeda-beda. Agar kamu semua berlomba-lomba untuk berbuat kebajikan,” kata Mahfud mengutip ayat Alquran surah Al-Maidah ayat 48 di dalam dalam Kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (18/10).
Mahfud memberi penekanan pada toleransi pada tengah keberagaman Indonesia. Dia berkata perbedaan adalah fitrah manusia sebagai ciptaan Tuhan.
Dia mengimbau seluruh pihak tiada menajamkan perbedaan yang dimaksud dimaksud ada. Menurutnya, penduduk Indonesia mampu menyikapi perbedaan dengan rasa saling menghormati.
Dalam pidatonya, Mahfud juga memberi penekanan pada perlindungan kaum lemah. Dia yakin dapat sekadar melakukan hal itu bersama Ganjar.
“Saya berkeyakinan, Mas Ganjar adalah figur yang tersebut digunakan tepat memimpin bangsa Indonesia untuk mewujudkan semua cita-cita yang dimaksud digunakan saya sebutkan tadi: mempercepat serta melanjutkan program penyelenggaraan yang mana dimaksud sudah baik,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menetapkan Mahfud MD sebagai pendamping calon calon presiden Ganjar Pranowo. Keputusan dibuat setelah rapat bersama para ketua umum partai pendukung Ganjar.
Koalisi itu akan mendaftarkan Ganjar-Mahfud ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) besok.
Adapun arti lengkap surah Al-Maidah ayat 48 adalah sebagai berikut:
“Kami sudah menurunkan kitab suci (Al Quran) kepadamu (Nabi Muhammad) dengan (membawa) kebenaran sebagai pembenar kitab-kitab yang mana digunakan diturunkan sebelumnya juga juga sebagai penjaganya (acuan kebenaran terhadapnya). Maka, putuskanlah (perkara) merekan itu menurut aturan yang mana dimaksud diturunkan Allah juga janganlah engkau mengikuti hawa nafsu dia dengan (meninggalkan) kebenaran yang tersebut dimaksud sudah pernah dijalankan datang kepadamu.
Untuk setiap umat dalam antara kamu Kami berikan aturan lalu jalan yang digunakan mana terang. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikanmu satu umat (saja). Akan tetapi, Allah hendak mengujimu tentang karunia yang digunakan telah dilakukan terjadi Dia anugerahkan kepadamu. Maka, berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang mana hal itu selama ini kamu perselisihkan.”























