SelidikiNews.com, Jakarta – Platform sektor manufaktur, Imajin yang berbasis di Indonesia dilaporkan telah menerima putaran pendanaan awal dari sejumlah investor, termasuk Init-6.
Init-6 adalah perusahaan modal ventura yang didirikan co-founder Bukalapak Achmad Zaky ini merupakan investor tunggal dalam putaran pendanaan pre-seed startup tersebut.
Menurut data yang dilaporkan ke regulator, pendanaan ini juga melibatkan partisipasi sejumlah investor, antara lain East Ventures, 500 Southeast Asia (Fund III), Kao Kele Pte. Ltd., Jessica Hendrawidjaja (Shipper CMO), dan Tsuda Yumi.
Didirikan oleh Chendy Jaya, Imajin adalah platform yang menghubungkan produsen lokal dengan pelanggan potensial.
Hingga Juli 2022, startup ini telah mendapatkan lebih dari 400 mitra pabrik lokal dan 80 pelanggan, termasuk perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia.
Imajin juga memfasilitasi pembiayaan proyek bagi pemilik usaha dengan sumber daya terbatas dan menyediakan pasar untuk memasok bahan baku.
Tahun 2020, Imajin ditunjuk oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebagai hub manufaktur nasional. Setahun kemudian, terpilih sebagai salah satu peserta program akselerator Startup Studio Indonesia yang diadakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Baca juga: Cara Memulai Bisnis: Panduan Step By Step Memulai Bisnis di Tahun 2023
Ekspansi Imajin
Imajin sebelumnya dikabarkan berencana memperluas bisnisnya ke Java Overland dan Batam.
Perusahaan juga mempertimbangkan ekspansi internasional ke Jepang untuk mendukung bisnis lokal, terutama di industri otomotif. Ini juga bertujuan untuk mempercepat digitalisasi industri manufaktur melalui pengembangan produk baru.
Di sisi lain, perluasan pasar ini juga dimaksudkan untuk mendukung peningkatan komponen lokal yang termasuk dalam produk yang diproduksi di Indonesia, yang diatur minimal 35 persen.
Diproyeksikan akan meningkat secara bertahap hingga 80 persen pada tahun 2026, terutama untuk kendaraan listrik.
Selain Imajin, startup Indonesia lainnya yang bergerak di industri manufaktur adalah Manuva yang baru saja melakukan rebranding dari nama aslinya Tjetak.
Manuva berfokus pada digitalisasi proses manufaktur di industri pengemasan, kelistrikan, dan garmen di Indonesia.
Perseroan percaya bahwa UMKM Indonesia memiliki potensi untuk berkembang pesat karena negara tersebut merupakan salah satu produsen terbesar di dunia.


















