SelidikiNews.com | Myanmar – Pekerja migran Indonesia yang diduga tertipu lowongan pekerjaan melalui media sosial di eskploitasi dan tersiksa di Myawaddy, Myanmar meminta bantuan pemerintah Indonesia untuk dipulangkan dengan selamat.Selasa 02 Mei 2023
Salah seorang WNI yang terjebak di wilayah Myanmar berasal dari Padang Sumatra (Arya) menuturkan mendapatkan informasi awal dari salah seorang temannya.
“karena pekerjaan di kampung susah dan saya mendapatkan informasi peluang bekerja di Thailand secara legal sehinggga saya berminat”.
Arya mengungkapkan baru bekerja Selamat 2 bulan dan merasa sangat menderita dengan aturan perusaahaan yang tidak sehat.
“Diperusahaan kami hari ini Hand Phone pribadi tidak diperbolehkan dibawa pulang ke asrama kami harus tinggalkan diperusahaan, bagi pekerja yang tidak mencapai target terancam tidak mendapatkan gaji padahal kami sudah bekerja 12-16 Jam sehari selama seminggu. Lanjutnya
Dia mengatakan Sangat tidak sesuai yang di janjikan dan yang paling kami sesali penempatan bekerja di wilayah konflik di Myanmar dengan sistim kerja seperti romusa (perbudakan).
“Bahkan Ada juga saya melihat yang tidak sampai target itu di hukum seperti militer. Untuk Paspor saya Masih saya pegang sendiri”. Pungkasnya
Pajrin, warga Makasar yang juga terjebak Lowongan pekerjaan luar negeri di Myanmar menuturkan mendapatkan informasi pekerja dari FB dari rekruter yang juga WNI berinisial R.
“saya mendapatkan akomodasi pemberangkatan gratis, dalam perjalanan saya merasa janggal karena di sebrangkan melalui sungai antara perbatasan Thailand (Maesot) dan Myanmar kemudian melanjutkan perjalanan melalui hutan yang di kawal sipil bersenjata kami tidak ada pilihan lain selain meneruskan perjalanan”.
“Setelah sampai di lokasi Myanmar kita dipekerjakan tidak sesuai yang kita harapan sebagai Scammer online (Investasi bodong berkedok Crypto) di perusaahaan-perusahaan disini”.Sesalnya
Pajrin mengungkapkan akan dipulangkan karena sudah tidak tahan dengan perlakuan mereka yang tidak manusiawi dengan aturan-aturan yang sangat membuat tersiksa.
“Boss perusahaan saya menyuruh saya pulang dan dia meminta saya membayar uang sebasar 7000 dollar, mereka memeras kami yang ingin pulang, sampai orang tua saya susah meminjam uang”.
“Paspor kami ditahan perusaahaan saat kami mulai bekerja 6 bulan yang lalu dan dijanjikan akan diuruskan visa bekerja dari Thailand dan bisa pulang setelah 6 bulan tapi sampai saat ini kami tidak mengetahui kejelasan tentantang hal itu. Pihak perusahaan mengatakan saya akan keluar dari lokasi yang dijaga ketat oleh sipil bersenjata ini tanpa membawa passport saya. Perusahaan menjanjikan pasport saya akan diberikan saat sudah berada di daerah Thailand,tapi saya tidak yakin apa yang mereka katakan,saya khawatir akan dipenjara di Thailand”. Resahnya
Harapan kami disini pemerintah Indonesia agar segera mengambil tindakan membantu WNI yang terjebak di Myanmar untuk bisa keluar kembali ke tanah air dengan Selamat, mengingat kondisi disini yang semakin hari semakin memprihatinkan.
Wartawan : Muhammad Sopian Habib






















