Selidiki.com, Labuhanbatu-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Labuhanbatu gelar acara berbuka puasa bersama di Bulan Ramadan 1444 Hnberjalan penuh keakraban, Kamis (20/4/2023).
PWI mengundang insan pers dari berbagai media cetak, online atau jurnalis lainnya yang bertugas di Labuhanbatu dengan tujuan mampu menguatkan kebersamaan.
Dalam kegiatan yang dilaksanan di Cafe n Resto Jalan Taruna No. 87 Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan, Labuhanbatu, PWI tegas menyatakan tidak ingin ada sekat atau pengotakan antar sesama insan pers.
PWI berharap dari rangkaian kegiatan sederhana tersebut mampu membentuk tali silaturahmi yang lebih erat dari waktu sebelumnya.
Ketua PWI Labuhanbatu Rony Afrizal menyebut tugas wartawan sejatinya cukup berat.
Sebagai penyaji informasi kepada khalayak publik, seorang wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya bisa berbenturan dengan hukum atau masuk rawat inap. Bahkan hal terburuk yang dialami seorang jurnalis ialah mendapat perlakukan tidak baik hingga menyebabkan kehilangan nyawa.
Oleh karenanya, Rony berharap kepada seluruh wartawan di Labuhanbatu senantiasa menjaga kebersamaan, menjaga silaturahmi, kompak dan tentunya terus berupaya meningkatkan mutu karya-karya jurnalistik yang dihasilkan.
“Ayo sama-sama kita bergandengan tangan, Insya Allah kedepan dari rangkaian kegiatan kecil ini kita akan besar, yang lebih besar lagi,” ucap Roni dalam sambutannya.
Di hadapan tamu undangan Rony juga menyampaikan bahwa PWI Labuhanbatu membuka ruang diskusi bagi seluruh wartawan atau jurnalis di Labuhanbatu untuk membawa perubahan positif bagi kabupaten melalui karya-karya jurnalistik.
“Kami mengajak kawan-kawan ayo kita saling berdiskusi, kami siap untuk berdiskusi dalam arti kita bangun Labuhanbatu kedepan lewat karya tulis kita,” ujarnya.
Menurut Rony, wartawan hanya akan disebut wartawan jika memiliki karya jurnalistik yang bisa disajikan sebagai informasi kepada publik.
Tolok ukur skil seorang wartawan, menurutnya dilihat dari sebuah karya yang dihasilkan, bukan hal lain.
“Karena wartawan yang harus memang dipandang dari hasil karya jurnalistiknya. Sehebat apapun kita jika tidak memiliki hasil karya jurnalistik kita ‘tidak disebut wartawan’, mohon maaf.” ucap Rony.
Dalam kegiatan Buka Bersama PWI dan Insan Pers se-Labuhanbatu itu, Rony juga mengingatkan pentingnya mengenal “kata profesional” dalam menjalankan profesi.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan agar wartawan semakin profesional yakni dengan mengikuti pelatihan atau juga dengan mengikuti Uji Kompetisi Wartawan (UKW).
Dalam UKW, wartawan tidak hanya diuji tentang wawasan yang dimiliki atau kemampuan menulis berita. Namun wartawan akan diajarkan berbagi hal berkaitan tugas profesi yang diemban nantinya.
PWI selanjutnya mengundang seluruh wartawan untuk bisa mengikuti UKW yang diagendakan akan digelar pada bulan Mei 2023 mendatang.
“Dari kegiatan ini ayo kita rajut silaturahmi kita, bagaimana wartawan di Labuhanbatu lebih baik lagi, lebih profesional, lebih beretika bagaimana kita menghadapi nara sumber yang memang kita hadapi,” harap Rony Afrizal.
Kegiatan berbuka puasa bersama PWI selanjutnya diisi tausia yang dibawakan oleh Ustaz Rinto Harahap. Kemudian tamu undangan menyantap hidangan yang telah disediakan tim panitia.
Di sela acara santap hidangan, rombongan Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut) Erik Adtrada Ritonga tiba di lokasi kegiatan. Bupati juga terlihat berbuka puasa bersama insan pers.
Bupati Labuhanbatu juga menyampaikan kata sambutan serta informasi terkait kegiatan Pemkab Labuhanbatu bersama insan pers usai Hari Raya Idulfitri 1444 H.
“Intinya memberi masukan kepada Pemkab Labuhanbatu, mana yang baik, mana yang tidak agar sama-sama kita membolo Labuhanbatu yang kita cintai ini,” Ucap Bupati Erik Adtrada.






















