Kotamobagu – Misteri kematian Aan alias Revan Santoso terus memunculkan fakta baru. Salah satu media online sempat memberitakan bahwa almarhum meninggal dunia di Rutan Kotamobagu. Namun, klarifikasi berbeda disampaikan pihak Rutan. 22 Agustus 2025
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala Rutan Kotamobagu menegaskan bahwa Revan Santoso bukan meninggal di dalam Rutan, melainkan di rumah sakit.
“Almarhum meninggal di rumah sakit, bukan di Rutan. Selama di Rutan, perlakuan terhadap almarhum sudah sesuai dengan standar SOP. Kami pun kaget ketika mendapat kabar duka tersebut,” ujar Kepala Rutan.
Pernyataan ini sekaligus meluruskan pemberitaan yang beredar di salah satu media online. Dengan demikian, kematian almarhum jelas terjadi saat perawatan di rumah sakit, bukan di dalam rumah tahanan Kotamobagu.
Meski begitu, kasus ini masih menyisakan banyak pertanyaan. Sebelum meninggal, almarhum sempat menulis secarik surat yang menyebut dirinya dianiaya oleh oknum kepolisian Polres Bolaang Mongondow Selatan. Dalam surat tersebut bahkan tercantum nama Kasat Reskrim dan sejumlah anggota yang diduga terlibat.
Sementara itu, Kejaksaan sebelumnya menyebut bahwa almarhum masuk tahanan dalam kondisi sehat. Di sisi lain, pihak keluarga telah melakukan otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Manado untuk mencari kejelasan penyebab kematian.
Publik kini menunggu hasil penyelidikan dan transparansi penuh dari aparat terkait. Kejelasan sangat dibutuhkan agar kebenaran terungkap, demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Sulawesi Utara, khususnya Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.
























