Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara –24/02/2025 Keluarga korban penembakan, Bripda Dafa, menerima kunjungan keluarga dua terduga pelaku, TT dan RC, serta mendukung upaya mereka untuk melaporkan balik kasus ini guna mencari keadilan.
Peristiwa ini bermula pada 30 Januari 2025, ketika seorang pemuda dari Desa Dumoga Dua yang hendak menemui pacarnya di Desa Modomang menjadi sasaran pengeroyokan akibat faktor kecemburuan. Akibat kejadian ini, warga Dumoga yang merasa tidak terima berencana menuntut keadilan ke Polsek Dumoga pada malam harinya. Namun, di tengah perjalanan, bentrokan pecah antara warga Dumoga dan Modomang, yang mengakibatkan tiga warga sipil dan Bripda Dafa terkena tembakan senapan angin.
Polres Bolaang Mongondow kemudian menetapkan TT dan RC sebagai terduga pelaku. Namun, pihak keluarga mereka merasa ada banyak keganjalan dalam proses penyelidikan dan mengklaim bahwa bukti yang mengarah kepada anak mereka masih belum cukup kuat.
Saat keluarga terduga pelaku menjenguk Bripda Dafa di kediamannya, mereka disambut dengan baik oleh keluarga korban. Dalam pertemuan tersebut, Ibunda Bripda Dafa menegaskan bahwa keluarganya tidak ingin menuduh siapa pun tanpa bukti yang jelas dan justru memberikan dukungan kepada keluarga terduga untuk mencari keadilan.
“Kami tidak ingin menuduh siapa pun tanpa bukti yang kuat. Jika memang bukan mereka yang melakukannya, kami mendukung keluarga mereka untuk mencari keadilan dan melaporkan balik agar kasus ini bisa terungkap dengan sebenarnya,” ujar Ibunda Bripda Dafa.
Selain itu, keluarga Terduga memohon kepada seluruh media di Bolaang Mongondow Raya (BMR) agar memberitakan kasus ini secara objektif berdasarkan fakta dan hasil investigasi di lapangan. Mereka meminta agar media tidak hanya mengandalkan rilis resmi sebelum menerbitkan berita yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Kami harap media bisa lebih bijak dalam menyampaikan berita. Jangan hanya menerima rilisan tanpa menguji fakta di lapangan, karena berita yang tidak akurat bisa memperkeruh keadaan dan menimbulkan keresahan di masyarakat,” tambahnya.
Pendamping keluarga terduga pelaku juga menegaskan bahwa mereka akan membawa kasus ini ke tingkat lebih tinggi jika diperlukan.
“Kami siap melaporkan ke Kompolnas, Mabes Polri, dan Komnas HAM agar kasus ini diusut dengan transparan. Kami memiliki bukti dan saksi yang cukup kuat bahwa anak kami bukanlah pelakunya,” tegasnya.
Keluarga terduga juga menekankan bahwa anak mereka adalah orang baik dan taat beragama, sehingga merasa keberatan dengan tuduhan yang diarahkan kepada mereka.
Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Semua pihak berharap agar proses hukum berjalan adil dan transparan demi menemukan pelaku yang sebenarnya tanpa ada pihak yang dikorbankan.
























