Selidikinews.com, Polkam, Sorong – Program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi prioritas Presiden berjalan lancar tanpa kendala di Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Pemantauan di SDN 21 pada Kamis (11/9/25) menunjukkan pelaksanaan tertib, kualitas makanan terjaga, dan siswa semakin bersemangat mengikuti kegiatan belajar.
Asisten Deputi Bidang Koordinasi Penanganan Kejahatan Transnasional dan Luar Biasa Kemenko Polhukam, Brigjen Pol. Adhi Satya Perkasa, menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG di sekolah tersebut berlangsung baik sejak dimulai lima bulan lalu.
“Selama lima bulan, tidak ada masalah atau kasus kesehatan akibat makanan.
Kualitas makanan cukup baik, dan anak-anak senang dengan makanannya,” ujar Adhi.
Menurutnya, pemantauan tidak hanya menyoroti menu dan kebersihan, tetapi juga ketertiban distribusi makanan.
“Kami juga menanyakan langsung ke siswa, mereka bilang makanannya enak. Ini harus dipertahankan, bahkan kalau bisa ditingkatkan,” ungkapnya.
Kepala SDN 21 Sorong, M. Wasis Widodo, menegaskan bahwa program tersebut sangat membantu pemenuhan gizi anak.
“Anak-anak lebih semangat belajar dan rajin masuk sekolah. Kami berterima kasih kepada Presiden atas program ini.
Harapan kami program berlanjut agar anak-anak Indonesia tumbuh cerdas, sehat, dan kuat,” katanya.
Sementara itu, Direktur Ketahanan Ekonomi Sosial dan Budaya Kemendagri, Agus Toyib, menilai keberhasilan program MBG di Sorong mencerminkan manfaat yang nyata bagi siswa.
“Kualitas makanan bagus, anak-anak makan sampai habis, dan mereka terlihat gembira.
Semoga program ini terus berlanjut dan semakin merata di sekolah-sekolah lain,” tuturnya.
Selain MBG, pemantauan juga dilakukan terhadap pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah Sorong.
Kepala Puskesmas Remu, dr. Charis Olivia, menjelaskan bahwa layanan ini dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.
Ia mengungkapkan bahwa syarat mengikuti Cek Kesehatan Gratis hanya dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Peserta cukup datang langsung ke puskesmas, karena data akan terhubung dengan aplikasi ASIK atau Satu Sehat yang mewajibkan penggunaan NIK.
“Nanti screening mandirinya bisa dibantu oleh petugas, atau kalau sudah punya aplikasi ASIK-nya bisa isi mandiri dulu, baru dilanjutkan dengan pemeriksaan lengkap di puskesmas,” jelas Charis.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga mutu serta memperluas jangkauan program makan bergizi gratis dan layanan kesehatan gratis ke lebih banyak daerah.
Upaya ini diharapkan mampu memperkuat tumbuh kembang anak Indonesia, sekaligus menyiapkan generasi unggul yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.
SIARAN PERS NO. 419/SP/HM.01.02/POLKAM/9/2025
Cakra Langit
Ketua Harian DPP JURI





















