SelidikiNews.com, Lhoksukon – Anggota Komisi VI DPR RI Muslim, S.HI., MM, membuka kegiatan “Literasi Kebijakan dan Program Bappebti”, yang dilaksanakan di Gedung Panglateh, Lhoksukon, Aceh Utara, Minggu (19/03/2023).
Acara ini dilaksanakan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).
Sesi pembukaan kegiatan ini, dihadiri juga oleh Sekretaris Bappebti Indonesia Olvy Andrianita, SE diwakili Harry Prihatmoko, SE., MM, Wakil Ketua DPRK Aceh Utara Hendra Yuliansyah, Anggota DPRK Aceh Utara T. Zulkhaidir, Kadis Perindagkop Aceh Utara Iskandar, S.STP., M.SP, para Tenaga Ahli DPRI RI Firdaus Noezula dan M. Mizlan Nuzuly, serta para tamu undangan lainnya.
Dalam sambutan yang disampaikan Muslim, bahwa Bappebti saat ini mempunyai tugas untuk mewujudkan pembentukan harga acuan (price refference) melalui Bursa Berjangka di Indonesia untuk komoditi-komoditi yang menjadi unggulan Indonesia seperti Timah dan CPO.
Tugas lainnya Bappebti Kementerian Perdagangan adalah melaksanakan pembinaan, pengembangan dan Pengawasan terhadap Sistem Resi Gudang (SRG), SRG merupakan instrumen yang memberdayakan petani, dimana komoditi yang dihasilkan mampu memberikan nilai ekonomis dalam bentuk nilai penjaminan, yang dapat dipergunakan untuk memperoleh kredit dari bank dan lembaga keuangan non bank dengan tingkat bunga yang rendah.
Dikatakannya, Sistem Resi Gudang (SRG) bermanfaat sebagai alternatif untuk memperoleh pembiayaan komoditas yang kompetitif.
Saat ini sudah terdapat 20 jenis komoditi yang masuk dalam Sistem Resi Gudang yakni: gabah, beras, jagung, kopi, kakao, lada, karet, rumput laut, rotan, garam, timah, kopra, teh, gambir, ikan, bawang merah, pala, ayam beku karkas dan gula kristal putih. Dasar hukum Sistem Resi Gudang adalah Undang Undang No. 9 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2006 Tentang Sistem Resi Gudang.
“Aceh sebagai salah satu provinsi yang memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan perdagangan nasional, memiliki potensi yang besar dalam pertanian seperti kelapa sawit, kopi, perikanan dan kakao. Sementara itu, sektor pariwisata dan industri pengolahan Aceh juga sedang berkembang pesat,” ujar Muslim
Selain itu, Aceh sangat terkenal di dunia dengan spesialty kopi “Gayo” karena kualitas rasa yang kaya dan aroma yang harum. Kopi Gayo saat ini merupakan salah satu komoditas ekspor utama Indonesia, dan telah meraih pengakuan internasional. Kopi Gayo telah memenangkan penghargaan internasional dalam beberapa tahun terakhir, termasuk medali emas dalam kompetisi Specialty Coffee Association of America di dunia.
Muslim juga menyampaikan, sebagai Anggota DPR RI, ia bersama Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan Kementerian/Lembaga terkait telah melakukan berbagai macam upaya untuk mendorong pelaksanaan SRG secara nasional.
Diantara yang disampaikannya, yaitu mulai pembangunan infrastruktur Gudang, pemberian alat sarana prasarana untuk komoditi yang disimpan di Gudang SRG, menyediakan Sistem Informasi guna mendukung terwujudnya digitalisasi sistem perdagangan, memberikan pembekalan soft skill, guna meningkatkan kapasitas dan profesionalitas stakeholder SRG, dan perluasan akses pasar dan pembiayaan produk yang dihasilkan dari Gudang SRG baik pasar lokal maupun global.
“Komisi VI DPR RI terus memberikan dukungan dan dorongan kepada Pemerintah, seluruh masyarakat, pelaku usaha serta akademisi dan pemerintah daerah untuk kerjasama/kolaborasinya untuk meningkatkan pertumbuhan nilai transaksi PBK, SRG, dan PLK,” tuturnya.
Akhirnya saat membuka kegiatan itu, Muslim juga menyampaikan selamat mengikuti kegiatan “Literasi Kebijakan dan Program Bappebti” bagi kepada seluruh peserta.
“Semoga literasi ini memberikan gambaran secara komprehensif terkait Kebijakan dan Program yang telah dilaksanakan oleh Bappebti di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi, Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas di Indonesia” lanjut muslim sambil membuka acara secara simbolis.




















