SelidikiNews.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dijadwalkan akan menggelar pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Kantor DPP Partai Golkar Jl. Anggrek Neli Murni, Jakarta, Rabu (18/1).
Santer diinformasikan bahwa pertemuan tersebut terkait dengan akan bergabungnya orang nomor satu di Jawa Barat itu ke Partai Golkar.
Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono irit bicara. Ia hanya memberikan kisi-kisi bahwa pertemuan digelar sore ini di markas beringin.
“Sore nanti jam 17.00 WIB di Kantor DPP Partai Golkar,” kata Dave saat dikonfirmasi.
Ridwan Kamil sendiri telah resmi menjadi bagian dari salah satu organisasi pendiri Partai Golkar. Di Kosgoro, Kang Emil, sapaan Gubernur Jawa Barat ini menduduki posisi Majelis Pembina Kosgoro 1957.
Adapun, mengenai posisioning orang nomor satu di Jawa Barat itu di Golkar akan diumumkan langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sekaligus memberikan Kartu Tanda Anggota (KTA) kader Golkar.
Ridwan Kamil Mau Jadi Capres dari Golkar?
Sebelumnya, Ridwan Kamil juga sudah mengamini bahwa dirinya semakin dekat menjadi kader Golkar.
Orang yang akrab disapa Emil itu belum mau bicara banyak soal kans menjadi capres atau cawapres usai menjadi kader Golkar. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan untuk maju di Pilpres 2024.
“Mau jadi tidak jadi, takdir Allah SWT, mau dengan siapa, takdir Allah SWT,” kata dia
Ketua DPP Golkar Dave Laksono mengatakan Ridwan Kamil sudah lebih dulu menjadi kader Kosgoro 1957, organisasi tulang punggung Golkar.
Dengan demikian, Dave mengatakan Ridwan Kamil sudah otomatis menjadi kader Golkar dan hanya tinggal menunggu waktu untuk diumumkan.
Ridwan Kamil juga sempat menjadi rebutan antara Golkar dan PAN. Kedua partai pernah saling mengklaim bakal mendapatkan Gubernur Jawa Barat tersebut.
Kenapa Ridwan Kamil Gabung ke Golkar?
Pakar Politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Karim Suryadi menilai, keputusan Ridwan Kamil masuk Golkar lantaran disebut bakal menjadi loncatan menuju pentas nasional jelang pemilu 2024.
Menurut Karim, hadirnya Ridwan Kamil di partai berlambang pohon beringin itu juga melahirkan simbiosis mutualisme.
“Karakter Ridwan Kamil dikenal sebagai nasionalis religius, dilihat dari pernyataan, kebijakannya, gayanya, Golkar juga punya basis religius yang kuat, jadi sudah matching sih,” kata Karim Selasa (17/1/2023) malam melansir kompas.com
Selain itu, sebagai pemenang Pilkada Jabar 2018, Ridwa Kamil disebut bakal mampu mengatrol suara Golkar di Jabar yang sudah satu dekade didominasi Partai Gerindra dan PDIP.
“Karena suara politik di Jabar belakangan ini dikuasi Gerindra, dan Ridwan Kamil bukan bagian Gerindra. Justru itu harus dipertimbangkan sebagai hipotesis politik Golkar dengan mengambil tokoh untuk meningkatkan kepercayaan publik khususnya di Jabar,” tutur Karim.
“Jadi ini simbiosis menguntungkan kedua belah pihak. Mengambil Ridwan Kamil menguntungkan Golkar karena secara de facto Ridwan Kamil Gubernur Jabar dan dari sisi survei dia masuk lima besar,” sambungnya.
Ikon Baru Golkar
Selain itu, Ridwan Kamil bakal dijadikan ikon baru dari partai Golkar.
“Kalau dilihat bagaimana dia maju di Pilwalkot Bandung dan Pilkada Jabar yang tidak melalui Partai Golkar, pasti dengan keputusan dia mengikatkan dirinya (dengan Golkar), pasti ada sesuatu yang dikejar lebih dari Gubernur,” ungkap Karim.
“Sampai hari ini Golkar tidak dibayangi dinasti keluarga tertentu dan hampir tidak ada tokoh yang dinisbatkan sebagai ikon,”tambahnya.
Ia juga menyebut, Ridwan Kamil bakal membuat nafas baru bagi Golkar yang belakangan disebut minim tokoh yang kuat secara elektabilitas.
“Artinya, iklim politik internal Golkar akan memberikan tantangan kepada siapa saja yang bisa menunjukan eksistensi dan kualitas diri,” kata Karim.























