SelidikiNews.com, Aceh Utara – Bappebti saat ini mempunyai tugas untuk mewujudkan pembentukan harga acuan (price refference) melalui Bursa Berjangka di Indonesia untuk komoditi-komoditi yang menjadi unggulan Indonesia seperti Timah dan CPO.
Tugas lainnya Bappebti Kementerian Perdagangan adalah melaksanakan pembinaan, pengembangan dan Pengawasan terhadap Sistem Resi Gudang (SRG), SRG merupakan instrumen yang memberdayakan petani, dimana komoditi yang dihasilkan mampu memberikan nilai ekonomis dalam bentuk nilai penjaminan, yang dapat dipergunakan untuk memperoleh kredit dari bank dan lembaga keuangan non bank dengan tingkat bunga yang rendah.
Sistem Resi Gudang (SRG) bermanfaat sebagai alternatif untuk memperoleh pembiayaan komoditas yang kompetitif. saat ini sudah terdapat 20 jenis komoditi yang masuk dalam Sistem Resi Gudang yakni: gabah, beras, jagung, kopi, kakao, lada, karet, rumput laut, rotan, garam, timah, kopra, teh, gambir, ikan, bawang merah, pala, ayam beku karkas dan gula kristal putih. Dasar hukum Sistem Resi Gudang adalah Undang Undang No. 9 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2006 Tentang Sistem Resi Gudang.
Begitupula dengan produk yang diperjualbelikan. Selain barang, juga terdapat barang yang tidak berwujud (intangible), dan jasa. Saat ini kita juga mengenal produk-produk yang baru seperti uang digital, emas digital, dan koin (aset kripto). Sehingga, hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah termasuk pelaku usaha agar dapat lebih menjaga transparansi dan menjaga keamanan dalam bertransaksi Berjangka serta mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Aceh sebagai salah satu provinsi yang memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan perdagangan nasional, memiliki potensi yang besar dalam pertanian seperti kelapa sawit, kopi, perikanan dan kakao. Sementara itu, sektor pariwisata dan industri pengolahan Aceh juga sedang berkembang pesat.
Selain itu, Aceh sangat terkenal di dunia dengan spesialty kopi “Gayo” karena kualitas rasa yang kaya dan aroma yang harum. Kopi Gayo saat ini merupakan salah satu komoditas ekspor utama Indonesia, dan telah meraih pengakuan internasional. Kopi Gayo telah memenangkan penghargaan internasional dalam beberapa tahun terakhir, termasuk medali emas dalam kompetisi Specialty Coffee Association of America di dunia ujar Muslim dalam sambutannya.
Saya di DPR RI bersama Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan Kementerian/Lembaga terkait telah melakukan berbagai macam upaya untuk mendorong pelaksanaan SRG secara nasional mulai
- pembangunan infrastruktur Gudang,
- pemberian alat sarana prasarana untuk komoditi yang disimpan di Gudang SRG,
- menyediakan Sistem Informasi guna mendukung terwujudnya digitalisasi sistem perdagangan, memberikan pembekalan soft skill, guna meningkatkan kapasitas dan profesionalitas stakeholder SRG, dan perluasan akses pasar dan pembiayaan produk yang dihasilkan dari Gudang SRG baik pasar lokal maupun global.
Pemerintah berupaya agar SRG terus berkembang untuk dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha. Kesuksesan SRG yang berjalan dan dapat dimanfaatkan di suatu daerah dipengaruhi beberapa faktor antara lain :
- Dukungan pemerintah pusat dan daerah serta Lembaga SRG yang terlibat;
- Pengelola Gudang yang mandiri dan profesional;
- Dukungan infrastruktur pendukung;
- Terciptanya jaringan pemasaran;
- Kelembagaan petani/nelayan/peternak di lokasi Gudang SRG.
Sistem Resi Gudang di Aceh juga telah dilaksanakan di 3 Kabupaten yaitu di Kab. Pidie Jaya, Aceh Tengah, dan Kab. Bener Meriah khusus untuk Komoditi Gabah, Beras dan Kopi. Bahkan Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah juga untuk meningkatkan surplus ekspor komoditi kopi. Sebagai informasi tercatat tahun 2022, ekspor kopi Indonesia ke dunia sebesar USD1,15miliar atau meningkat 33.85% dibandingkan nilai ekspor pada tahun 2021 yang salah satunya disumbang oleh Aceh.
Komisi VI DPR RI terus memberikan dukungan dan dorongan kepada Pemerintah, seluruh masyarakat, pelaku usaha serta akademisi dan pemerintah daerah untuk kerjasama/kolaborasinya untuk meningkatkan pertumbuhan nilai transaksi PBK, SRG, dan PLK.
Akhir kata saya ucapkan “Selamat mengikuti literasi Kebijakan dan Program Bappebti”. Semoga literasi ini memberikan gambaran secara komprehensif terkait Kebijakan dan Program yang telah dilaksanakan oleh Bappebti di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi, Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas di Indonesia lanjut muslim sambil membuka acara secara simbolis.






















