Bolaang Mongondow – Media selidiki Com ,Masyarakat yang bekerja di area tambang tradisional yang berada di sekitar wilayah JRBM membantah keras pemberitaan salah satu media online yang menyebut tambang tradisional milik seorang hakim telah menelan korban jiwa.
Warga menilai informasi tersebut tidak benar dan terkesan menggiring opini publik tanpa data yang valid. Menurut masyarakat, aktivitas tambang di lokasi tersebut masih dilakukan secara tradisional menggunakan alat sederhana dan bukan alat berat seperti yang diberitakan.
“Kami yang bekerja setiap hari di lokasi tahu persis kondisi di lapangan. Tidak ada korban jiwa seperti yang diberitakan. Itu hoaks,” ujar salah satu warga kepada wartawan.
Masyarakat juga menegaskan bahwa lokasi tambang tradisional tersebut menjadi sumber penghasilan utama bagi banyak keluarga di sekitar wilayah itu. Karena itu, mereka meminta pemerintah tidak langsung mengambil keputusan penutupan hanya berdasarkan pemberitaan yang belum dipastikan kebenarannya.
“Jangan hanya dengar satu pemberitaan lalu langsung mengambil tindakan. Pemerintah harus turun langsung melihat kondisi sebenarnya,” kata warga lainnya.
Menurut masyarakat, selama ini aktivitas tambang dilakukan secara tradisional oleh warga setempat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mereka khawatir apabila lokasi tersebut ditutup, maka akan berdampak pada ekonomi masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari area tersebut.
Bahkan warga menyatakan siap melakukan aksi penolakan apabila ada upaya penutupan tanpa adanya dialog dan kajian yang objektif.
“Kalau ditutup sepihak tanpa mempertimbangkan nasib masyarakat, kami siap melakukan perlawanan dan memalang akses jalan menuju area JRBM,” tegas salah satu warga.
Masyarakat berharap semua pihak dapat lebih bijak dalam menyampaikan informasi kepada publik serta tidak menyebarkan berita yang belum terverifikasi kebenarannya agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

















