Program diskusi bisnis JOIN Talks kembali digelar oleh Indibiz by Telkom Solution melalui siaran langsung Instagram @indibiz.sumatera pada Rabu (4/3/2026). Pada episode ke-58 ini, Indibiz menghadirkan Rizki Mulyadi, Founder & CEO PT Progresif Grup Indonesia sekaligus pendiri brand kuliner Atariki Japan.
Diskusi yang dipandu host Nancy Nadine Natalioniva tersebut mengangkat tema “Peak Ramadan Blueprint: Cara Atariki Japan Menghadapi Lonjakan Reservasi Saat Ramadan.” Dalam sesi tersebut, Rizki membagikan pengalaman membangun bisnis kuliner hingga strategi menghadapi lonjakan pelanggan selama bulan Ramadan.
Menurutnya, Ramadan menjadi periode yang sangat sibuk bagi bisnis kuliner, khususnya saat masyarakat mulai banyak mengadakan kegiatan buka puasa bersama. Untuk menjaga kualitas pelayanan, Atariki Japan memilih untuk tidak menambah jumlah meja meskipun permintaan meningkat, sehingga dapur tetap mampu melayani pelanggan secara optimal.
Dalam diskusi tersebut, Rizki Mulyadi seorang pemuda asal Aceh membagikan perjalanan bisnisnya dalam membangun Atariki Japan, sebuah brand kuliner Jepang yang berkembang di Aceh dan kini telah memiliki beberapa cabang.
Ia mengungkapkan bahwa Atariki Japan bukanlah usaha pertamanya. Sebelum bisnis tersebut berkembang, dirinya telah mencoba berbagai jenis usaha dan mengalami sejumlah kegagalan.
“Atariki ini sebenarnya bisnis saya yang ke-12 setelah beberapa kegagalan sebelumnya. Kami memulai dari ruko kecil dengan target penjualan awal sekitar satu juta rupiah per hari, tetapi dalam bulan pertama sudah bisa mencapai Break Even Point (BEP),” ujarnya dalam sesi live tersebut.
Menurut Rizki, momen Ramadan menjadi salah satu periode paling sibuk bagi bisnis kuliner. Lonjakan reservasi biasanya mulai terasa sejak pertengahan hingga akhir Ramadan ketika masyarakat semakin sering mengadakan kegiatan buka puasa bersama. Untuk menghadapi lonjakan pelanggan tersebut, Atariki Japan menerapkan strategi pengelolaan kapasitas restoran yang terukur. Jumlah meja tidak ditambah meskipun permintaan meningkat, sehingga operasional dapur tetap berjalan optimal dan pengalaman pelanggan tetap terjaga.
“Kami menyesuaikan kapasitas restoran dengan kemampuan dapur. Produk kami didesain bisa keluar dalam waktu 2 hingga 8 menit, sehingga meskipun ramai, layanan tetap terkontrol,” jelasnya.
Selain itu, sistem reservasi di Atariki Japan juga dikelola secara terstruktur dengan memanfaatkan platform digital. Pelanggan dapat melakukan reservasi melalui WhatsApp maupun Instagram, yang kemudian dikelola oleh admin khusus di setiap outlet untuk mengatur jadwal kedatangan pelanggan.
Rizki juga menambahkan bahwa kelancaran operasional tim tidak terlepas dari dukungan infrastruktur digital yang stabil. Koneksi internet yang lancar menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat alur kerja tim, mulai dari pengelolaan reservasi, komunikasi internal, hingga proses transaksi pelanggan.
Dalam hal ini, operasional outlet juga telah didukung oleh layanan internet bisnis yang stabil, sehingga workflow tim tetap berjalan cepat dan terkoordinasi, terutama ketika menghadapi lonjakan pelanggan selama Ramadan.
Selain manajemen operasional, Rizki juga menekankan pentingnya standarisasi resep dan gramasi bahan dalam bisnis kuliner, terutama selama Ramadan ketika tim dapur tidak dapat mencicipi makanan saat berpuasa. Dengan sistem gramasi yang jelas, kualitas rasa makanan tetap konsisten meskipun produksi meningkat.
Melalui sesi JOIN Talks ini, Indibiz berharap para pelaku UMKM dapat memperoleh wawasan baru dalam mengelola bisnis, khususnya dalam menghadapi peak season seperti Ramadan.
Selain diskusi bisnis, acara ini juga diramaikan dengan interaksi langsung bersama audiens serta giveaway ratusan ribu rupiah bagi peserta yang aktif selama siaran berlangsung.
Program JOIN Talks sendiri merupakan salah satu inisiatif Indibiz untuk menghadirkan ruang diskusi bagi pelaku usaha untuk berbagi pengalaman, strategi, serta inspirasi dalam mengembangkan bisnis di era digital.






















