SelidikiNews.com
  • Politik
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Sosok
  • Teknologi
  • Toko
  • Koleksi Kami
  • Nulis Yuk!
No Result
View All Result
SelidikiNews.com
  • Politik
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Sosok
  • Teknologi
  • Toko
  • Koleksi Kami
  • Nulis Yuk!
Selidikinews
No Result
View All Result
Home News Nasional

Tragedi Kelam Bantargebang, Gunung Sampah Runtuh Menimbun 13 Orang, 7 Dinyatakan Meninggal

Murni Ati by Murni Ati
Kamis, 12 Maret 2026 | 02:36
Tragedi Kelam Bantargebang, Gunung Sampah Runtuh Menimbun 13 Orang, 7 Dinyatakan Meninggal
315
SHARES
900
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BEKASI, SelidikiNews.com – Suasana di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, yang biasanya riuh dengan deru truk dan aktivitas pemulung, mendadak berubah menjadi neraka jahanam.

Dalam hitungan detik, gunungan sampah raksasa setinggi puluhan meter runtuh dengan suara gemuruh yang menyerupai bom, menimbun apapun yang ada di bawahnya: truk sampah, warung kopi, dan manusia.

Peristiwa memilukan ini mencatatkan korban jiwa yang tragis. Dari total 13 orang yang dilaporkan tertimbun material sampah, tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi 7 jenazah dalam kondisi mengenaskan. Sementara 6 korban lainnya berhasil diselamatkan meskipun mengalami luka berat dan trauma mendalam. Tragedi ini bukan sekadar musibah alam; ini adalah peringatan keras tentang batas akhir kapasitas sebuah kegagalan manajemen pengelolaan limbah ibu kota.

Tim Investigasi Tribunasia.net berhasil mendapatkan kesaksian eksklusif dari beberapa saksi mata yang berada di lokasi saat kejadian maut itu berlangsung.

Saat itu, aktivitas pembuangan sampah sedang dalam puncak kesibukan. Puluhan truk sampah DKI Jakarta sedang mengantre di jalur operasional bawah gunungan sampah. Beberapa sopir truk sedang beristirahat di sebuah warung kopi sederhana yang berdiri tepat di kaki tumpukan sampah tersebut.

“Kejadiannya sangat cepat, tidak ada tanda-tanda sebelumnya,” ujar Rahman (45), seorang sopir truk sampah yang selamat karena sedang berada di luar area Zona IVC. “Tiba-tiba ada suara gemuruh, sangat kencang, seperti kiamat kecil. Saya melihat gunungan sampah itu ‘berjalan’ ke bawah dengan sangat cepat. Suara teriakan takbir dan minta tolong langsung bersahutan.”

Hanya dalam waktu kurang dari 10 detik, lautan sampah plastik, limbah domestik, dan lumpur kimia menutup jalur jalan sejauh hampir [Sebutkan Jarak, misal: 50 meter] dan menghancurkan warung kopi serta setidaknya [Sebutkan Jumlah, misal: 5] truk sampah. Mereka yang tertimbun tidak memiliki waktu untuk melarikan diri.

Operasi penyelamatan yang dipimpin oleh tim Basarnas, BPBD Kota Bekasi, Dinas Damkar, serta dibantu TNI-Polri dan relawan, berlangsung mencekam. Medan kejadian sangat berbahaya. Material sampah yang labil bisa memicu longsor susulan kapan saja. Selain itu, bau menyengat yang beracun dari gas metana yang terperangkap di dalam tumpukan sampah menjadi kendala utama.

“Kami menggunakan alat berat (ekskavator) untuk membuka jalan dan mengangkat material besar,” kata [Nama Pejabat Basarnas], Komandan Tim Res cứu Basarnas di lokasi. “Namun, untuk pencarian korban di titik-titik yang diduga ada manusia, kami harus melakukannya secara manual dengan sekop dan tangan kosong untuk menghindari cedera susulan pada korban yang mungkin masih hidup. Ini adalah operasi berlomba dengan waktu.”

Setelah pencarian yang melelahkan, tim akhirnya berhasil menemukan seluruh korban. Suasana duka pecah saat jenazah demi jenazah dikeluarkan dari tumpukan limbah.

Semua korban tewas telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi sebelum diserahkan ke pihak keluarga. Berikut adalah daftar nama korban berdasarkan data posko darurat TPST Bantargebang:

Analisis Penyebab: Bukan Hanya Curah Hujan, tapi Kelalaian Manusia Pertanyaan besar yang kini bergulir adalah: Kenapa ini bisa terjadi?

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pengelola TPST Bantargebang buru-buru menunjuk curah hujan yang tinggi sebagai pemicu utama. Namun, para pakar lingkungan dan organisasi masyarakat sipil (CSO) menilai itu adalah alasan klasik yang dangkal.

Tim investigasi kami menemukan beberapa faktor krusial di luar faktor cuaca: Overcapacity T kritis: TPST Bantargebang sudah lama dinyatakan melebihi kapasitas (overcapacity). Gunungan sampah di beberapa zona mencapai ketinggian ekstrem hingga melebihi batas aman kemiringan.

Buruknya Sistem Drainase & Air Lindi: Hujan yang lama tanpa sistem drainase yang baik menyebabkan tumpukan sampah menjadi jenuh air. Air lindi yang tidak terkelola melemahkan ikatan antar material sampah, menciptakan kondisi ‘licin’ yang memicu lautan sampah untuk sliding (meluncur).

Pembiaran Praktik Open Dumping: Meskipun secara hukum praktik open dumping (pembuangan terbuka) sudah dilarang oleh UU Nomor 18 Tahun 2008, dalam praktiknya, Bantargebang masih menggunakan metode ini, bukan sanitary landfill yang benar.

Kini publik menuntut pertanggungjawaban. Dalam tragedi yang menelan 7 nyawa ini, tidak mungkin tidak ada yang bersalah.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta: Sebagai pemilik sampah dan pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan akhir limbah warganya, Pemprov DKI di bawah kepemimpinan [Nama Gubernur] dinilai gagal melakukan transisi pengelolaan sampah modern sejak di hulu (pemilahan di rumah tangga) hingga di hilir. Pemprov DKI juga dinilai lalai dalam memastikan kelayakan dan keamanan infrastruktur di Bantargebang.

Baca Juga

Dugaan Korupsi Proyek Revitalisasi Pembangunan Gedung Sekolah SMPN 3 Tinombo Selatan, Desak APH Segera Periksa Kepsek

Sambut Ketua Baru, Ibnu Basir Yakin Alumni UIN Sultanah Nahrasiah Semakin Solid

Pengelola TPST Bantargebang: Unit Pelaksana Teknis (UPT) atau kontraktor pengelola Zona IVC harus diinvestigasi apakah mereka telah menjalankan prosedur standar keamanan (K3), apakah mereka melakukan pemantauan kemiringan zona secara berkala, dan apakah ada kelalaian pembiaran pendirian bangunan (warung) di zona berbahaya.

Pemerintah Pusat: Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) juga harus ditagih akuntabilitasnya atas pengawasan terhadap penerapan UU Pengelolaan Sampah yang tampaknya tumpul di Bantargebang.

Menteri Lingkungan Hidup, [Nama Menteri], dalam peninjauan mendadak ke lokasi kejadian, menegaskan bahwa Pemprov DKI harus bertanggung jawab penuh. “Kejadian ini tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja. Harus ada investigasi independen untuk melihat apakah ada unsur pidana kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia,” tegasnya.

Bantargebang Tak Boleh Lagi Menjadi Bom Waktu. Tragedi ini adalah duka nasional. Namun, duka ini tidak boleh sia-sia. TPST Bantargebang tidak boleh lagi dikelola sebagai bom waktu yang siap meledak dan memakan korban jiwa. Publik Jakarta harus mulai menyadari bahwa setiap kantong sampah yang mereka buang tanpa dipilah memiliki potensi untuk menimbun sesama manusia di Bantargebang.

Ikuti terus perkembangan investigasi tragedi ini dan update berita kemanusiaan lainnya.

Sumber : TribunAsia.net

#Bantargebang #LongsorSampah #TragediKemanusiaan #UpdateBerita #InvestigasiTPST #DKIJakarta

Tags: BantargebangBantargebang hari iniBantargebang longsor 2026BekasiBerita duka hari iniDetik-detik Longsor SampahDinas Lingkungan HidupDKI JakartaEvakuasi korban BantargebangKorban Longsor BantargebangLongsor Sampah 7 TewasLongsor Sampah BantargebangMasalah sampah JakartaPemerintah Kota BekasiPengelolaan SampahSiapa bersalah BantargebangTragedi BantargebangTragedi sampahUpdate Bantargebang
Share126Tweet79SendShare

Media SelidikiNews.com menerima Hak Jawab, Hak Sanggah, dan Hak Ralat. hubungi kami WhatsApp/Telpon : 0821-6731-2468

Baca juga Berita Terbaru di Google News

Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Murni Ati

Murni Ati

Berita Terkait

edit post
Dugaan Korupsi Proyek Revitalisasi Pembangunan Gedung Sekolah SMPN 3 Tinombo Selatan, Desak APH Segera Periksa Kepsek

Dugaan Korupsi Proyek Revitalisasi Pembangunan Gedung Sekolah SMPN 3 Tinombo Selatan, Desak APH Segera Periksa Kepsek

Selasa, 10 Maret 2026 | 14:15
edit post
Sambut Ketua Baru, Ibnu Basir Yakin Alumni UIN Sultanah Nahrasiah Semakin Solid

Sambut Ketua Baru, Ibnu Basir Yakin Alumni UIN Sultanah Nahrasiah Semakin Solid

Selasa, 10 Maret 2026 | 02:36
edit post
Polda NTT Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus TPPO ke Kejari TTS

Polda NTT Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus TPPO ke Kejari TTS

Minggu, 8 Maret 2026 | 22:40
edit post
IKA UNRAM Jabodetabek Gelar Silaturahm dan Buka Puasa Bersama, Pererat Ukhuwah Alumni di Bulan Ramadhan

IKA UNRAM Jabodetabek Gelar Silaturahm dan Buka Puasa Bersama, Pererat Ukhuwah Alumni di Bulan Ramadhan

Sabtu, 7 Maret 2026 | 21:28
edit post
Eksploitasi Karyawan di RSU Zahra Lhoksukon, Aktivis SMNI Angkat Bicara

Viral Dugaan Eksploitasi Karyawan di RSU Zahra Lhoksukon, Aktivis SMNI Angkat Bicara

Sabtu, 7 Maret 2026 | 15:52
edit post
Himawan Probo Pamungkas, Tokoh DPD KNPI Jatim : Pentingnya Menjaga Kondusivitas Wilayah Serta Tidak Mudah Terprovokasi Terhadap Isu Yang Berpotensi Memecah Belah Persatuan Masyarakat

Himawan Probo Pamungkas, Tokoh DPD KNPI Jatim : Pentingnya Menjaga Kondusivitas Wilayah Serta Tidak Mudah Terprovokasi Terhadap Isu Yang Berpotensi Memecah Belah Persatuan Masyarakat

Jumat, 6 Maret 2026 | 14:27
edit post
HNW Minta Presiden Prabowo Ingatkan Donald Trump : Keseriusan Tetap Konsisten Pada Konstitusi Board of Peace dan Hentikan Perang

HNW Minta Presiden Prabowo Ingatkan Donald Trump : Keseriusan Tetap Konsisten Pada Konstitusi Board of Peace dan Hentikan Perang

Rabu, 4 Maret 2026 | 10:19
edit post
Menteri PU Bongkar Kerugian Negara Rp 3 Triliun, Dua Dirjen Mengundurkan Diri

Menteri PU Bongkar Kerugian Negara Rp 3 Triliun, Dua Dirjen Mengundurkan Diri

Senin, 2 Maret 2026 | 09:32
edit post
Mentan Amran Pimpin Rakor Nasional Pertanian,Tegaskan Swasembada Berkelanjutan dan Siap Ekspor Beras

Mentan Amran Pimpin Rakor Nasional Pertanian,Tegaskan Swasembada Berkelanjutan dan Siap Ekspor Beras

Jumat, 27 Februari 2026 | 20:22
edit post
Kepala Dinas Diminta Tancap Gas, Mentan Amran: Cetak Sawah dan Program Strategis Tak Boleh Kendur

Kepala Dinas Diminta Tancap Gas, Mentan Amran: Cetak Sawah dan Program Strategis Tak Boleh Kendur

Jumat, 27 Februari 2026 | 20:00

Berita Populer

edit post
Eksploitasi Karyawan di RSU Zahra Lhoksukon, Aktivis SMNI Angkat Bicara

Viral Dugaan Eksploitasi Karyawan di RSU Zahra Lhoksukon, Aktivis SMNI Angkat Bicara

Sabtu, 7 Maret 2026 | 15:52
edit post
Sambut Ketua Baru, Ibnu Basir Yakin Alumni UIN Sultanah Nahrasiah Semakin Solid

Sambut Ketua Baru, Ibnu Basir Yakin Alumni UIN Sultanah Nahrasiah Semakin Solid

Selasa, 10 Maret 2026 | 02:36
edit post
Keluarga besar SMAN 2 Bungku mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dan selamat hari raya Idul Fitri

Keluarga besar SMAN 2 Bungku mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dan selamat hari raya Idul Fitri

Sabtu, 7 Maret 2026 | 16:10
edit post
IKA UNRAM Jabodetabek Gelar Silaturahm dan Buka Puasa Bersama, Pererat Ukhuwah Alumni di Bulan Ramadhan

IKA UNRAM Jabodetabek Gelar Silaturahm dan Buka Puasa Bersama, Pererat Ukhuwah Alumni di Bulan Ramadhan

Sabtu, 7 Maret 2026 | 21:28
edit post
JURI Ingatkan Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng Pergantian Kepala Sekolah Perlu Kehati Hatian

JURI Ingatkan Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng Pergantian Kepala Sekolah Perlu Kehati Hatian

Sabtu, 7 Maret 2026 | 15:35
edit post
Dugaan Korupsi Proyek Revitalisasi Pembangunan Gedung Sekolah SMPN 3 Tinombo Selatan, Desak APH Segera Periksa Kepsek

Dugaan Korupsi Proyek Revitalisasi Pembangunan Gedung Sekolah SMPN 3 Tinombo Selatan, Desak APH Segera Periksa Kepsek

Selasa, 10 Maret 2026 | 14:15
edit post
Polda NTT Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus TPPO ke Kejari TTS

Polda NTT Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus TPPO ke Kejari TTS

Minggu, 8 Maret 2026 | 22:40
edit post
Keluarga Besar SMKN 1 Toili Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri

Keluarga Besar SMKN 1 Toili Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri

Senin, 9 Maret 2026 | 11:40
edit post
Tragedi Kelam Bantargebang, Gunung Sampah Runtuh Menimbun 13 Orang, 7 Dinyatakan Meninggal

Tragedi Kelam Bantargebang, Gunung Sampah Runtuh Menimbun 13 Orang, 7 Dinyatakan Meninggal

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:36
edit post
Keluarga Besar SMAN 2 Bungku Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Dan Selamat Hari Raya Idul Fitri

Keluarga Besar SMAN 2 Bungku Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Dan Selamat Hari Raya Idul Fitri

Minggu, 8 Maret 2026 | 13:04
Beli Baju Baru Kaos Murah Branded Beli Baju Baru Kaos Murah Branded Beli Baju Baru Kaos Murah Branded

Viral Pekan ini

edit post
Eksploitasi Karyawan di RSU Zahra Lhoksukon, Aktivis SMNI Angkat Bicara

Viral Dugaan Eksploitasi Karyawan di RSU Zahra Lhoksukon, Aktivis SMNI Angkat Bicara

Sabtu, 7 Maret 2026 | 15:52
edit post
Sambut Ketua Baru, Ibnu Basir Yakin Alumni UIN Sultanah Nahrasiah Semakin Solid

Sambut Ketua Baru, Ibnu Basir Yakin Alumni UIN Sultanah Nahrasiah Semakin Solid

Selasa, 10 Maret 2026 | 02:36
edit post
Keluarga besar SMAN 2 Bungku mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dan selamat hari raya Idul Fitri

Keluarga besar SMAN 2 Bungku mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dan selamat hari raya Idul Fitri

Sabtu, 7 Maret 2026 | 16:10
edit post
Tragedi Kelam Bantargebang, Gunung Sampah Runtuh Menimbun 13 Orang, 7 Dinyatakan Meninggal

Tragedi Kelam Bantargebang, Gunung Sampah Runtuh Menimbun 13 Orang, 7 Dinyatakan Meninggal

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:36
Load More
Jasa Pembuatan Website dan Marketing Digital Jasa Pembuatan Website dan Marketing Digital Jasa Pembuatan Website dan Marketing Digital
SelidikiNews.com

© 2025 PT Selidiki Media Indonesia

Menu

  • About Us
  • Redaksi
  • Kontak/Periklanan
  • Kebijakan Privasi
  • Google News
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Politik
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Sosok
  • Teknologi
  • Toko
  • Koleksi Kami
  • Nulis Yuk!

© 2025 PT Selidiki Media Indonesia