Selidikinews.com, Surakarta – Berawal dari rasa prihatin atas merebaknya Disinformasi Fitnah dan Kebencian ( DFK ) serta statement Budi Arie yang menyampaikan bahwa Projo artinya bukan Projokowi yang membawa perpecahan rekan-rekan yang selama ini terwadahi disana menjadi terbelah, kemudian muncul Geng Solo, dan seumur jagung, juga pecah.
Perpecahan yang terjadi disebabkan banyak hal, seperti pandangan yang berbeda, ketidaknyamanan, dll.
Lalu, timbul ide dari rekan-rekan Dije anak Jendral, Simon Budijanto, Marbi, Joice Massie, menyusul saya Iyyas Subiakto sepakat membentuk pergerakan baru yg dinamai Gerakan Berani’ Nusantara yang inline dengan Joko Widodo, dan kami telah meminta izin beliau untuk merestui pergerakan ini, sekaligus meminta beliau menjadi penasihat gerakan ini, dan Alhamdulillah disetujui.
Alhamdulillah atas izin Allah kami telah melakukan deklarasi pada tanggal 17 Desember 2025, di Hotel Loji Solo.
Pemilihan Solo menjadi tempat dilakukannya deklarasi adalah karena Solo tempat lahirnya orang-otang besar dan hebat bahkan ada yang mendapatkan gelar pahlawan negara seperti Selamet Riady, Sri Susuhunan ke VI pahlawan anti kolonial, GPH Jati Kusumo, jendral Angkatan darat, Go Tik Swan pelopor batik Solo, Gesang, dan Djoko Widodo, presiden ke 7 RI, yamg sangat melegenda dan mendunia.
Gerakan Berani Nusantara, adalah sebuah gerakan membendung DFK yang kian merebak dilakukan oleh Orang-orang defisit akhlak.
Kondisi ini dikhawatirkan bisa mempenetrasi persepsi anak-anak muda kita dan bisa melahirkan pembenaran yang menyimpang.
Dengan ini kami mohon doa rekan-rekan, semoga Gerakan Berani Nusantara bisa membendung ketidak bentaran yang terus di lesatkan pada wilayah publik secara massif dan menyesatkan.
Semoga akan muncul pergerakan dengan tujuan yang sama tujuannya meluruskan kebenaran yang sengaja dibengkokkan oleh segelintir orang yang berjiwa licik.
Kalau kita mengambil angka 10 sebagai nilai tertinggi dari kebaikan dan kebenaran, kami memakai 5+5, yang lain bisa mengambil kesempatan yang sama dalam kebaikan dgn 6+4, 7+3, 8+2, dan 9+1 dan yang terpenting jumlahnya 10.
Anda tidak perlu over thinking dengan meletakkan angka 11 atau bahkan 1.000, karena persepsi baik dan buruk, benar dan tidak sudah ada standard moral yang mengaturnya baik dalam hukum alam maupun sosial.
Tinggi dan rendah drajad sosial anda, akan diatur oleh nutrisi moral kita.
Dan atas permintaan rekan-rekan saya diminta mengemban tugas menjadi Ketua Umum.
Semoga saya bisa menjaga amanah ini dengan baik sesuai tujuan mulia pergerakan ini.
Bismillah…
Solo, 17 Desember 2025.
Iyyas Subiakto
*rpst Hari Merdeka Drecpecs nGondes ✊️🇮🇩
Cakra Langit
DPN Jurnalistik Reformasi Indonesia



















