Palu, Sampah Plastik di Kota Palu kian hari bertambah jika tidak di kelolah dengan baik akan menyebabkan lingkungan makin rusak dan penyakit. Sampah plastik tak bernilai faktanya memang banyak dijumpai di depan mata kita. Tidak dipungkiri salah satu sumbernya dari rumah tangga. Seperti kantong kresek, kemasan makanan, dan lain-lain.
Yayasan Arahman Asyifa Harapan Bersama Dirsan Masa akan memberikan solusi dengan mengelola sampah plastik yang tak ternilai menjadi bernilai dan yang berserakan akan di satukan di kelolah menjadi bahan bakar solar dan bensin
Selaku dewan pembina Yayasan Darwis Abdul Rahman mengatakan bahwa pihaknya bersama Dirsan Masa akan bekerjasama dalam mengelolah sampah plastik di kota Palu dan menjadikan sampah plastik tersebut menjadi solar, bensin dan minyak tanah.
Lebih lanjut ia katakan, bahan bakar asal plastik sudah berproduksi dan mesinnya sudah tersedia namun ketersediaan stok masih terbatas menginggat sebelumnya belum ada dorongan dari pemerintah pusat bagaimana memanfaatkan sampah plastik menjadi bahan bakar roda empat dan dua apa lagi saat ini ketersediaan bensin dan solar di depot pertamina terbatas sehingga menyebabkan antrian panjang bagi pengendara
Namun berkembangnya informasi melalui media sosial bahwa sampah plastik berguna untuk di jadikan bahan bakar olehnya beberapa daerah mendorong untuk mengembangkan sampah plastik di jadikan bahan bakar. Demikian pula yang di lakukan Yayasan Arahman Asyifa Harapan bersama Dirsan Masa agar tidak perlu khawatir dalam memproduksi lebih banyak lagi minyak solar dan bensin dari sampah plastik. Terang Darwis pembina Yayasan Arahman Asyifa Harapan Kepada media ini, 19 Oktober 2025
Saat ini pengelolaan sampah plastik menjadi solar dan bensin berada di Bangsampah Navoe Kelurahan Taipa, Palu Utara Kota Palu dengan harapan agar bahan bakar dari sampah plastik bisa menjadi solusi kurangnya solar dan bensin di kota Palu dan Kabupaten di Sulawesi Tengah. Sebab ketergantungan kita semua hanya pada Solar dan bensin sebagai perputaran ekonomi di daerah. Tutupnya Darwis Abdul Rahman

























